Cara Yao Ming Foundation Bina Olahraga Basket di China

Kompas.com - 26/04/2021, 18:28 WIB
Legenda Basket Cina Yao Ming bersama Tim Basket Putra dan Putri Cina mengangkat medali emas Asian Games ke 18 di Hall Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/ROCKY PADILALegenda Basket Cina Yao Ming bersama Tim Basket Putra dan Putri Cina mengangkat medali emas Asian Games ke 18 di Hall Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

SHANGHAI, KOMPAS.com - Yao Ming Foundation, yayasan nirlaba bentukan pebasket putra asal China, Yao Ming punya cara membina olahraga basket di negeri berjulukan Tembok Raksasa itu.

Yayasan itu didirikan oleh Yao Ming pada 2008.

Yao Ming sendiri pernah tercatat sebagai pemain klub basket NBA Houston Rockets pada era tahun 2002- 2010.

Baca juga: Alasan Yao Ming Berdonor Darah

"Saya punya kesan dengan pembinaan itu karena saya adalah orang Indonesia pertama yang dipercaya dan ditunjuk langsung oleh Yao Ming sebagai Youth Development Programme Manager," kata Sekretaris Jenderal Manusia Basket, Arief Ramadhani.

Dalam keterangan tertulisnya, Arief menyebut bahwa jabatan itu diembannya selama tiga tahun sejak 2013.

Kesempatan itu, kata Arief yang karib disapa Danny Duck ini bermula saat dirinya bekerja sebagai konsultan Business Management Boeing di Kota Shanghai, China, pada 2011 silam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danny Duck membeberkan, Yao Ming Foundation ingin memperkenalkan bola basket kepada banyak anak-anak muda di China.

"Pengenalan itu berjenjang mulai dari usia 8-16 tahun," ucap pria berusia 52 tahun itu.

Yao Ming, kata Danny, adalah sosok pahlawan olahraga yang mendapat kehormatan tinggi di China.

Yao Ming menonton pertandingan cabang olahraga basket pada Asian Games 2018 antara China melawan Filipina, Selasa (21/8/2018).DOK. RYAN GOZALI Yao Ming menonton pertandingan cabang olahraga basket pada Asian Games 2018 antara China melawan Filipina, Selasa (21/8/2018).

"Anak-anak sampai dengan orang dewasa mengagumi dia," kata Danny yang mengaku menyukai bola basket sejak usia belia pula, saat menjadi siswa SMP di Jakarta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X