Kompas.com - 24/04/2021, 13:01 WIB
Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona. AFP/ARIS MESSINISObor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

MIYAKOJIMA, KOMPAS.com- Pemerintah Prefektur Okinawa resmi membatalkan kirab obor Olimpiade dan Paralimpik Tokyo.

"Kami tengah berjuang untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19," kata pernyataan resmi pemerintah prefektur tersebut.

Jadwal estafet obor di Okinawa akan berlangsung pada Minggu (2/5/2021).

Kegiatan itu dipusatkan di ibu kota prefektur kepulauan itu, Miyakojima.

"Pembatalan itu berarti juga kami meniadakan seluruh acara yang awalnya akan digelar," kata pemerintah prefektur Okinawa.

Masih tingginya kasus Covid-19 di Tokyo membuat pemerintah setempat memberlakukan kembali kebijakan pengendalian pandemi sejak Senin (12/4/2021).

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Relawan dan Staf Pendukung Tak Dapat Vaksinasi Tepat Waktu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olimpiade Tokyo akan berlangsung mulai 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Kurang dari 100 hari jelang pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021, Jepang masih mencatatkan angka kematian tinggi pandemi Covid-19.

"Angka kematian mencapai 10.000 orang," kata pernyataan terkini Kementerian Kesehatan Jepang, Rabu (14/4/2021).

Foto udara menunjukkan Kastil Shuri di Naha, Prefektur Okinawa, Jepang, setelah kebakaran yang melalap bangunan berusia 500 tahun itu pada 31 Oktober 2019. Bangunan era Kerajaan Rykyu itu masuk dalam Warisan Dunia Unesco.AFP/JIJI PRESS/STR Foto udara menunjukkan Kastil Shuri di Naha, Prefektur Okinawa, Jepang, setelah kebakaran yang melalap bangunan berusia 500 tahun itu pada 31 Oktober 2019. Bangunan era Kerajaan Rykyu itu masuk dalam Warisan Dunia Unesco.

Angka kematian itu, bila dibandingkan dengan berbagai negara di dunia mungkin lebih kecil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X