2 Cabor Ini Bisa Menjadi Pendulang Medali Emas Jepang di Olimpiade Tokyo

Kompas.com - 14/04/2021, 21:18 WIB
Perenang Jepang Rikako Ikee mengangkatmaskot Asian Games usai upacara penyerahan medali nomor 50 meter Gaya Bebas Putri Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Centre GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/8). Rikako Ikee berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 24.53 detik. ANTARA FOTO/INASGOC/Sigid KurniawanPerenang Jepang Rikako Ikee mengangkatmaskot Asian Games usai upacara penyerahan medali nomor 50 meter Gaya Bebas Putri Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Centre GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/8). Rikako Ikee berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 24.53 detik.

TOKYO, KOMPAS.com - Lembaga riset Olimpiade, Gracenote Sports dalam informasi terkininya memprediksikan bahwa dua cabang olahraga yakni renang dan judo bisa menjadi pendulang medali emas bagi Jepang di Olimpiade Tokyo.

Cabang renang dengan atlet andalan Daiya Seto, Ippei Watanabe, dan tim mereka diharapkan mampu menyumbang total 10 medali emas di nomor pria.

Lantas, perenang putri Jepang penyintas kanker, Rikako Ikee, juga masuk dalam perhitungan pencapaian prestasi medali emas itu.

Cabang olahraga kedua yang juga menjadi lumbung emas adalah judo.

Baca juga: Jepang Peringkat Keempat di Olimpiade Tokyo

Diharapkan, dari olahraga asli Jepang ini, ada capaian maksimal 15 medali emas.

Daiya Seto Daiya Seto

Persis 100 hari jelang pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021, Jepang masih mencatatkan angka kematian tinggi pandemi Covid-19.

"Angka kematian mencapai 9.500 orang," kata pernyataan terkini Kementerian Kesehatan Jepang, hari ini.

Angka kematian itu, bila dibandingkan dengan berbagai negara di dunia mungkin lebih kecil.

Namun, angka itu menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia.

Pada saat sama, angka pandemi Covid-19 mencatatkan pertumbuhan hingga 1.000 kasus di Osaka.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
AFP PHOTO/PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun

"Ini peningkatan jumlah yang tinggi kali pertama di Osaka," kata pernyataan pemerintah Kota Osaka.

Kirab obor Olimpiade dan Paralimpik Tokyo sudah berada di Tokyo sejak Selasa (13/4/2021).

Pada hari kedua di Osaka, akan dilaksanakan peringatan hitung mundur 100 hari hingga pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli 2021.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X