Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kirab Obor Olimpiade Tokyo Makin Kehilangan Pendukung

Kompas.com - 13/04/2021, 21:10 WIB
Josephus Primus

Penulis

Sumber FirstPost

TOKYO, KOMPAS.com - Sejak tiga minggu berangkat dari Fukushima, kirab obor Olimpiade dan Paralimpik Tokyo menuai silang pendapat.

Pasalnya, Jepang tengah mengalami kenaikan jumlah pasien tertular virus Covid-19.

"Angka kematian mencapai 9.500 orang," kata pernyataan terkini Kementerian Kesehatan Jepang, kemarin.

Angka kematian itu, bila dibandingkan dengan berbagai negara di dunia mungkin lebih kecil.

Namun, angka itu menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia.

Baca juga: Besok Penetapan Hitung Mundur 100 Hari Menuju Pembukaan Olimpiade Tokyo

Kantor berita Kyodo pada Sabtu (10/4/2021) dan Minggu (11/4/2021) membeberkan survei berkenaan dengan kirab itu.

Dari total responden survei, hanya 13,2 persen yang menginginkan kirab berlangsung hingga pembukaan Olmpiade pada 23 Juli 2021.

Sementara, 80 persen responden meminta agar kirab itu ditunda atau dihentikan.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
AFP PHOTO/PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun

Dari jajak pendapat di atas terlihat bahwa kirab obor kian kehilangan pendukung.

Awalnya, penyelenggara berharap Olimpiade dan Paralimpik Tokyo bisa mendatangkan 15.400 atlet serta ribuan ofisial, wasit, media, dan media tatkala larangan kehadiran penonton luar negeri diterapkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com