Borobudur Marathon 2020 Gunakan Protokol Kesehatan Berlapis

Kompas.com - 13/11/2020, 18:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) memperkenalkan Elite Race Borobudur Marathon 2020 di Hotel Manohara Borobudur Magelang, Sabtu (31/10/2020). Borobudur Marathon 2020 Powered by Bank Jateng dan Harian Kompas akan digelar di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur pada 15 November 2020. KOMPAS.COM/IKA FITRIANAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) memperkenalkan Elite Race Borobudur Marathon 2020 di Hotel Manohara Borobudur Magelang, Sabtu (31/10/2020). Borobudur Marathon 2020 Powered by Bank Jateng dan Harian Kompas akan digelar di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur pada 15 November 2020.

KOMPAS.com - Gelaran Borobudur Marathon 2020 akan segera berlangsung mulai Minggu (15/11/2020) di sekitaran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Ajang sport tourism bergengsi di Indonesia tersebut dipersembahkan oleh Bank Jateng dan Harian Kompas.

Peserta yang mengikuti lari pada hari Minggu di Candi Borobudur hanya sebanyak 26 pelari.

Mereka adalah orang-orang "terpilih" yang bakal mengikuti Elite Race Borobudur Marathon.

26 pelari tersebut merupakan atlet nasional yang berasal dari seleksi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Baca juga: Menanti Kejutan Borobudur Marathon 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Alasan hanya diikuti peserta terbatas mengingat pandemi yang terjadi di Indonesia. Sebagai, salah satu ajang ternama, protokol keshatan menjadi hal utama.

26 peserta lari tersebut akan memutari Candi Borobudur yang memiliki rute sepanjang 3,5 Km sebanyak 12 kali.

Sehingga, total mereka berlari mencapai 42 Km atau setara dengan kategori Full Marathon.

Pada Kamis (12/11/2020), para peserta sudah tiba di Magelang. Mereka kemudian dikarantina dan dilakukan tes usap sebanyak dua kali.

Baca juga: Rute Elit Borobudur Marathon 2020 Tak Keluar Pagar Kompleks Candi Borobudur

Protokol kesehatan berlapis ini bertujuan memastikan para peserta tidak terpapar virus corona jelang lomba.

Selain peserta Elite Race Borobudur Marathon 2020, para peserta, media, hingga orang-orang yang terlibat juga wajib menjalani swab test.

"Bagaimana caranya ini tetap berjalan, protokol tetap bisa dipegang dan kemudian orang masih bisa menikmati, mengikuti, memeriahkan Borobudur Marathon meskipun dalam suasana yang lain," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Borobudur Marathon (@borobudur.marathon)

Borobudur Marathon 2020 sejatinya juga diikuti oleh 9.090 pelari lainnya.

Baca juga: Begini Penerapan Protokol Kesehatan Borobudur Marathon 2020

Namun, mereka mengikuti ajang Virtual Race, bukan Elite Race Borobudur Marathon 2020.

Kendati digelar secara virtual, para peserta tergolong memiliki "kemewahan". Sebab, mereka bisa memilih rute sendiri di sekitar daerah mereka.

Selain itu, 9.090 pelari yang tergolong dalam kategori Full Marathon (42 Km), Half Marathon (21 Km), dan 10K, bisa "mencicil" untuk melunasi jarak yang ditempuh.

Setiap kategori memiliki jumlah aktivitas yang berbeda. Full Marathon sebanyak 4 aktivitas, Half Marathon 3, dan 10K hanya 2 aktivitas.

Baca juga: Borobudur Marathon 2020 Digelar November, Dikemas dalam Bentuk Even Hybrid

Semua aktivitas tersebut dapat diunggah melalui Garmin Connect maupun Google Fit.

Sementara itu, ajang Elite Race Borobudur Marathon 2020 dapat disaksikan secara live streaming melalui Kompas TV, Minggu (15/11/2020) mulai pukul 04.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X