Alasan Messi Lebih Berpeluang Gabung Inter Milan daripada Man City

Kompas.com - 26/08/2020, 14:40 WIB
Reaksi kapten Barcelona, Lionel Messi, setelah Bayern Muenchen mencetak gol kedua laga perempat final Liga Champions kontra Bayern Muenchen di Estadio Da Luz, Lisbon, pada Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. AFP/MANU FERNANDEZReaksi kapten Barcelona, Lionel Messi, setelah Bayern Muenchen mencetak gol kedua laga perempat final Liga Champions kontra Bayern Muenchen di Estadio Da Luz, Lisbon, pada Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com -  Lionel Messi disebut lebih berpeluang bergabung dengan Inter Milan daripada Manchester City, Manchester United dan Paris Saint-Germain (PSG).

Lionel Messi masih memiliki kontrak di Barcelona hingga 2021. Namun, sang megabintang dilaporkan sudah bersiap angkat kaki dari Camp Nou.

Messi ingin hengkang dari Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Dia juga sudah mengirim surat pengunduran diri kepada manajemen Barcelona.

Jika benar hengkang, Messi sudah ditunggu sejumlah klub top Eropa, di antaranya Manchester City, Manchester United, dan Paris Saint-Germain (PSG).

Baca juga: Ingin Tinggalkan Barcelona, Lionel Messi Dikabarkan Sudah Hubungi Pep Guardiola untuk Gabung Man City

Tiga klub di atas, menurut pandangan Football Italia, adalah tim yang dianggap mampu membayar gaji Messi yang hampir menyentuh Rp 1 triliun per musim.

Melansir AS, Messi mendapatkan gaji bersih 47,8 juta euro (sekitar Rp 828,6 miliar). Jumlah itu sudah dikurangi pajak per tahun.

Dari tiga klub di atas, Man City dinilai berada di garis terdepan untuk mendpatkan tanda tangan Messi.

Kekuatan finansial Man City dan relasi Pep Guardiola dengan Messi menjadi faktor pendukung.

Baca juga: Klausul Kontrak Dianggap Kaduluarsa, Barcelona Tetap Bisa Jual Lionel Messi Seharga Rp 12 Triliun

Namun, ada pandangan lain dari jurnalis Mundo Deportivo Francesc Aguilar tentang saga transfer La Pulga.

Menurut Aguilar, Messi sulit untuk pergi ke Inggris, Perancis, atau bertahan di Spanyol karena masalah pajak.

Dia melihat Messi lebih berpeluang ke Italia, lebih tepatnya menuju Inter Milan karena pajak di sana terhitung lebih murah.

“Inter memiliki keunggulan dibanding PSG, Manchester City dan Manchester United dari segi hukum perpajakan di Italia," tulis Aguliar di akun Twitter pribadinya.

Baca juga: Utak-atik Klausul Kontrak Lionel Messi untuk Tinggalkan Barcelona

"Inter bisa menangani operasi transfer dengan mudan dan Leo pun bisa membayar pajak lebih kecil dibanding Spanyol atau Inggris," sambungnya.

Masalah pajak yang tinggi di Spanyol ini pernah menggiring Messi ke meja hijau. Ya, Messi pernah terlibat skandal pajak pada 2016 lalu.

Tarif pajak yang tinggi di Spanyol juga diyakini menjadi alasan Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid ke Juventus pada 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X