Kompas.com - 21/08/2020, 19:42 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 ShutterstockLogo Olimpiade Tokyo 2020

TOKYO, KOMPAS.com - Survei atas 13.000 perusahaan Jepang oleh Tokyo Shoko Research menunjukkan bahwa 27,8 persen dari jumlah itu ingin Olimpiade Tokyo dibatalkan.

Sementara, 25,8 persen dari jumlah 13.000 tadi ingin agar Olimpiade Tokyo yang molor satu tahun lantaran pandemi corona ditunda lagi.

Baca juga: Relawan Olimpiade Tokyo Cemaskan Wabah Corona

Rencana terkini menunjukkan bahwa Olimpiade Tokyo pada 2021 berlangsung mulai 23 Juli tahun depan.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

"Panitia pelaksana Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sudah sepakat bahwa pelaksanaan Olimpiade dibuat dalam bentuk lebih sederhana," kata pernyataan penyelenggara.

Jepang memang belum bisa bangkit dari pandemi corona.

Baca juga: Karyawan Komite Organisasi Olimpiade Tokyo Positif Corona

Terkini, 60.000 orang terinfeksi corona.

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Dari jumlah itu, 18.000 kasus ada di Tokyo.

Pemerintah Kota Tokyo sudah memberikan sinyal level empat tentang penanganan corona.

Sinyal itu menunjukkan bahwa infeksi corona telah menyebar.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Salah satu bentuk kebijakan berkenaan dengan sinyal peringatan itu adalah pembatasan penjualan minuman beralkohol dan jam operasional karaoke.

"Operasionalisasi keduanya hanya sampai pukul 10 malam," kata otoritas Pemerintah Kota Tokyo.

menggunakan masker adalah salah satu cara mencegah penularan virus Covid-19.FREEPIK/Designed by Freepik menggunakan masker adalah salah satu cara mencegah penularan virus Covid-19.

Lantas otoritas itu juga menyebutkan, larangan untuk kedua hal itu berlaku sampai dengan akhir Agustus 2020.

"Ini untuk mencegah penyebaran corona," demikian pernyataan otoritas Pemerintah Kota Tokyo.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X