Kemenpora Raih Catatan "Wajar Tanpa Pengecualian" dari BPK RI

Kompas.com - 23/07/2020, 18:00 WIB
Menpora RI Zainudin Amali (kedua dari kanan) menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019, di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi. Dok. KemenporaMenpora RI Zainudin Amali (kedua dari kanan) menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019, di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi.

KOMPAS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) RepubIik Indonesia akhirnya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Untuk mendapatkan opini tersebut, Kemenpora harus menanti selama 10 tahun.

Pada Rabu (22/7/2020) pagi, Menpora Zainudin Amali menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019, di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian merupakan opini audit yang diterbitkan BPK jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Baca juga: Satu Pegawai Positif Covid-19, Kemenpora Tes Pegawai Lainnya

 

Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan atau pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik.

Kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Untuk Kemenpora sendiri, WTP kali terakhir diraih pada tahun 2009, selanjutnya berturut-turut Kemenpora hanya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Bahkan, pada 2015 dan 2016, Kemenpora mengalami keterpurukan dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer.

Menurut Menpora Zainudin Amali, hasil memuaskan yang diraih Kemenpora RI atas predikat WTP menjadi hal yang harus dipertahankan dan menjadi tanggung jawab.

"Hasil ini menggembirakan sekaligus menjadi tantangan kami untuk mempertahankan. Untuk meraih WTP adalah suatu usaha yang besar. Menurut saya, mempertahanakan jauh lebih berat dan lebih besar terhadap image yang kurang baik di masyarakat tentang Kemenpora," ujar Zainudin.

Zainudin percaya dengan menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik dari tingkat pimpinan atas sampai staf paling bawah, publik akan menilai bahwa ternyata terjadi perubahan yang baik di Kemenpora.

Menpora bersama jajarannya pun bertekad menggerakkan Kemenpora hingga lima tahun kedepan dengan lima (5) program prioritas.

Konsen pertama yakni perbaikan tata kelola yang selama ini menjadi kelemahan Kemenpora RI.

Program prioritas kedua, ketiga dan keempat adalah tentang kepemudan dan keolahragaan.

"Saya yakin jika tata kelolanya baik, maka yang lain akan menjadi baik. Akan tetapi, jika tata kelolanya buruk, pasti kegiatan dan program apapun tidak akan menghasilkan hasil yang baik," tutur Zainudin.

Menpora RI juga melakukan tinjauan semua regulasi yang ada di kementerian yang membidangi kepemudaan dan keolahragaan untuk mempercepat pelayanan publik.

Baca juga: Kemenpora Bantu Bayar Gaji Shin Tae-yong, Begini Jawaban PSSI

 

Dulu, kata Zainudin, Kemenpora memiliki pelayanan publik yang bertele-tele dan berbelit belit. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan.

"Semua tidak akan berhasil hanya dengan perintah dan arahan tanpa dukungan para pejabat. Saya berterima kasih kepada para pejabat mulai Pak Sesmenpora, semua deputi hingga ke bawahnya karena mendukung ini dan ini adalah hasil kami bersama-sama," ujar Zainudin.

Catatan Opini BPK RI untuk Kemenpora RI pada 10 tahun terakhir (2009-2019) :

Tahun 2009 (Wajar Tanpa Pengecualian)
Tahun 2010 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2011 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2012 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2013 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2014 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2015 (Tidak Menyatakan Pendapat)
Tahun 2016 (Tidak Menyatakan Pendapat)
Tahun 2017 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2018 (Wajar Dengan Pengecualian)
Tahun 2019 (Wajar Tanpa Pengecualian)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liverpool vs Ajax, Debut Manis Kiper Muda Caoimhin Kelleher

Liverpool vs Ajax, Debut Manis Kiper Muda Caoimhin Kelleher

Liga Champions
Daftar 8 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions, Liverpool dan Porto Terbaru

Daftar 8 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions, Liverpool dan Porto Terbaru

Sports
Real Madrid Tulis Sejarah Kelam di Liga Champions Usai Dibungkam Shakhtar Donetsk

Real Madrid Tulis Sejarah Kelam di Liga Champions Usai Dibungkam Shakhtar Donetsk

Sports
Real Madrid Tumbang Lagi, Zidane Tegas Tidak akan Mengundurkan Diri

Real Madrid Tumbang Lagi, Zidane Tegas Tidak akan Mengundurkan Diri

Liga Champions
Porto Vs Man City, Guardiola Tak Berdaya di Hadapan Kiper Luar Biasa

Porto Vs Man City, Guardiola Tak Berdaya di Hadapan Kiper Luar Biasa

Liga Champions
Hasil Liga Champions, Liverpool dan Real Madrid Beda Nasib 180 Derajat

Hasil Liga Champions, Liverpool dan Real Madrid Beda Nasib 180 Derajat

Sports
Hasil Grup B Liga Champions - Beda Nasib Inter Milan dan Real Madrid

Hasil Grup B Liga Champions - Beda Nasib Inter Milan dan Real Madrid

Liga Champions
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Champions: Man United vs PSG, Sevilla Vs Chelsea

Jadwal dan Link Live Streaming Liga Champions: Man United vs PSG, Sevilla Vs Chelsea

Liga Champions
Klasemen Liga Champions - Kokoh di Puncak, Liverpool Genggam Tiket 16 Besar

Klasemen Liga Champions - Kokoh di Puncak, Liverpool Genggam Tiket 16 Besar

Sports
Laga Premier League Pertama yang Jadi Korban Covid-19 Musim Ini

Laga Premier League Pertama yang Jadi Korban Covid-19 Musim Ini

Liga Inggris
Alasan Ryuji Utomo Tinggalkan Persija dan Pilih Menimba Ilmu ke Malaysia

Alasan Ryuji Utomo Tinggalkan Persija dan Pilih Menimba Ilmu ke Malaysia

Liga Indonesia
Gagal Gabung FC Utrecht, Bagus Kahfi Minta Maaf ke Barito Putera

Gagal Gabung FC Utrecht, Bagus Kahfi Minta Maaf ke Barito Putera

Liga Indonesia
Liverpool Vs Ajax - Menang Tipis, The Reds ke Babak 16 Besar Liga Champions

Liverpool Vs Ajax - Menang Tipis, The Reds ke Babak 16 Besar Liga Champions

Sports
Hasil Liga Champions - Atletico Vs Bayern Muenchen, Pasukan Hansi Flick Samai Rekor Man United

Hasil Liga Champions - Atletico Vs Bayern Muenchen, Pasukan Hansi Flick Samai Rekor Man United

Liga Champions
Liverpool Vs Ajax Amsterdam, Skor Kacamata Menghiasi Babak Pertama

Liverpool Vs Ajax Amsterdam, Skor Kacamata Menghiasi Babak Pertama

Sports
komentar
Close Ads X