Alasan Olimpiade Tokyo Tetap Harus Digelar

Kompas.com - 13/07/2020, 20:29 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 ShutterstockLogo Olimpiade Tokyo 2020

TOKYO, KOMPAS.com - Gubernur Tokyo Yuriko Koike punya pandangan tersendiri bahwa Olimpiade Tokyo tetap harus digelar.

"Olimpiade Tokyo menjadi simbol persatuan dunia mengatasi virus corona," ujarnya.

Baca juga: Hasil Survei Sebut Mayoritas Warga Jepang Tak Yakin Olimpiade Tokyo Terlaksana

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Olimpiade Tokyo 2020 ditunda pelaksanaannya selama satu tahun lantaran pandemi corona.

Terkini, survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Tokyo memilih agar perhelatan olahraga multicabang paling akkbar itu ditunda lebih lama atau bahkan dibatalkan.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

"Tokyo akan menjadi tuan rumah sebagai simbol dunia bekerja sama mengatasi situasi sulit ini," kata Yuriko.

Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram. 


Kompas.com/Josephus Primus Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram.

"Simbol itu akan menjadi penanda ikatan yang kuat di antara umat manusia," imbuh gubernur perempuan ini.

Sebelumnya, pakar kesehatan Jepang mengatakan bahwa potensi penambahan jumlah penderita corona bisa terjadi tatkala Olimpiade Tokyo dilaksanakan.

"Tidak ada keraguan tentang itu, infekasi akan terjadi terus,"kata seorang dokter tim pengendalian infeksi Rumah Sakit Universitas Osaka, Daiichi Morii.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X