KONI Sebut Protokol Kesehatan Tahap Awal Fokus Lebih Dulu ke Olahraga Individu

Kompas.com - 07/06/2020, 23:30 WIB
Olahraga panahan di Jakarta Archery Club.  Dok. TravelokaOlahraga panahan di Jakarta Archery Club.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Pusat, Suwarno, menyatakan, penyusunan protokol kesehatan tahap awal hanya berfokus pada olahraga perorangan dan belum ke olahraga beregu.

Dikutip BolaSport dari Antara, untuk memulai kegiatan olahraga di tengah pandemi virus corona alias Covid-19 seharusnya dilihat dari kategori individu atau beregu.

Sebelumnya, ada usulan percepatan tahapan latihan yang awalnya hanya ditentukan dari jenis olahraga luar ruang atau dalam ruang.

Suwarno menilai, olahraga perorangan, seperti panahan, atletik, dan menembak, bisa dilaksanakan dalam tahap awal.

Sebab, olahraga ini melibatkan kontak fisik yang minim antara pemain.

Baca juga: PSSI Pecat 8 Orang di Kesekjenan

"KONI Pusat mendukung keinginan Kemenpora agar seluruh pengurus cabor ( cabang olahraga) bisa menjalankan latihan semasa pandemi virus Corona untuk mempertahankan prestasi atlet. Apalagi, pemerintah sudah merencanakan new normal di beberapa daerah," ucap Suwarno.

"Sebaiknya tahap pertama fokus dengan program latihan khusus olahraga perorangan saja," kata Suwarno lagi.

Lebih lanjut, Suwarno juga mengatakan bahwa program olahraga beregu juga sebetulnya bisa dijalankan dengan menerapkan social distancing.

Baca juga: Hadapi Turnamen pada 2021, Ketua KONI Minta Atlet Dipersiapkan Hingga Kondisi Puncak

Contoh cabang olahraga yang bisa menerapkan langkah ini contohnya adalah bola voli dan sepak takraw.

"Sepak bola dan sepak takraw dipisahkan net dan tidak ada kontak fisik. Program latihannya juga bisa dilaksanakan," tutur Suwarno.

Di sisi lain, latihan untuk bola basket dan sepak bola masih sulit dilaksanakan pada tahap awal karena kedua olahraga ini tidak memungkinkan adanya penerapan social distancing di antara pemain.

Hal itu yang membuat sesi latihan bola basket dan sepak bola baru bisa dimulai pada tahap terakhir, alias saat pandemi sudah berakhir.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, meminta saran kepada para pemangku kepentingan di olahraga nasional untuk menyusun protokol olahraga dalam menyambut masa new normal alias kenormalan baru. (Lariza Oky Adisty)


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X