Lewat Media Sosial, Luis Milla Tunjukkan Solidaritas untuk George Floyd

Kompas.com - 03/06/2020, 12:00 WIB
Pelatih timnas U-22 Indonesia Luis Milla saat seleksi timnas U-22 Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemian sepak bola mengikuti seleksi pertama Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPelatih timnas U-22 Indonesia Luis Milla saat seleksi timnas U-22 Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemian sepak bola mengikuti seleksi pertama Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2017.

KOMPAS.com - Para insan sepak bola menunjukkan aksi solidaritas mereka kepada George Floyd, tak terkecuali mantan arsitek timnas Indonesia, Luis Milla.

Melalui akun Instagram pribadinya, Milla menunggah foto bertuliskan "Black Lives Matter" dengan latar belakang hitam.

Dalam captionnya, pelatih asal Spanyol itu menuliskan pesan yang mengajak orang-orang untuk berhenti melakukan rasisme.

Baca juga: Kenang Momen Latih Indonesia, Luis Milla Soroti Perkembangan Pemain Timnas

"Stop racism," tulis Luis Milla dalam bahasa Inggris.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Stop racism. #blacklivesmatter #blackouttuesday

Sebuah kiriman dibagikan oleh Luis Milla (@luismillacoach) pada 2 Jun 2020 jam 4:22 PDT

Sebelum Milla, aksi solidaritas kepada George Floyd juga ditunjukkan oleh Liverpool.

Sebelum memulai latihan pada Senin (1/6/2020), semua pemain Liverpool berkumpul di tengah lapangan.

Mereka membentuk sebuah lingkaran dan berlutut menggunakan satu kaki.

Baca juga: Asal-usul Aksi Berlutut Hormati Kematian George Floyd, Berawal dari Atlet NFL

George Floyd adalah pria berkulit hitam yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan anggota polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Floyd tewas setelah lehernya ditindih lutut polisi, ketika ia tiarap dan sedang diamankan.

Rekaman video memperlihatkan bagaimana Derek Chauvin dari Kepolisian Minneapolis menindih leher Floyd dengan lututnya selama lebih dari 8 menit.

Baca juga: Floyd Mayweather Kirim Cek Senilai Rp 1,27 Miliar untuk Pemakaman George Floyd

Padahal, saat itu, Floyd telah mengutarakan bahwa ia tak bisa bernapas.

Kematian Floyd kemudian memantik demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat dengan mengangkat isu rasialisme.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X