Asal-usul Aksi Berlutut Hormati Kematian George Floyd, Berawal dari Atlet NFL

Kompas.com - 03/06/2020, 07:00 WIB
Para pengunjuk rasa ketika berlutut untuk berdoa di Lapangan Lafayette, dekat Gedung Putih, Washington DC, sebagai bentuk protes setelah seorang pria kulit hitam bernama George Floyd tewas karena lehernya ditindih polisi Derek Chauvin di Minneapolis, Senin pekan lalu (25/5/2020). AFP via BBCPara pengunjuk rasa ketika berlutut untuk berdoa di Lapangan Lafayette, dekat Gedung Putih, Washington DC, sebagai bentuk protes setelah seorang pria kulit hitam bernama George Floyd tewas karena lehernya ditindih polisi Derek Chauvin di Minneapolis, Senin pekan lalu (25/5/2020).

KOMPAS.com - Kematian pria berkulit hitam, George Floyd, mengundang simpati dan amarah banyak orang, termasuk kalangan atlet.

George Floyd meninggal setelah kehabisan napas akibat lehernya ditindih dengan lutut seorang polisi di Mineapolis, Amerika Serikat.

Kematian pria 46 tahun itu memicu protes keras dari berbagai pelosok negara bagian Amerika Serikat bahkan melebar ke dunia.

Sebagai penghormatan kematian George Floyd, para simpatisan berlutut seperti yang dilakukan polisi menghentikan pernapasan George Floyd.

Pose berlutut itu menyebar ke negara-negara di dunia termasuk Eropa.

Baca juga: Floyd Mayweather Kirim Cek Senilai Rp 1,27 Miliar untuk Pemakaman George Floyd

Seperti halnya Liverpool, Newcastle United, hingga klub-klub Liga Inggris lainnya yang mengunggah foto berlutut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atau seperti selebrasi pemain Borussia Moenchengladbach, Marcus Thuram, yang berlutut usai mencetak gol.

Namun demikian, makna terdalam dari gerakan berlutut tersebut bukan mengikuti gerakan polisi bernama Derek Chauvin yang menghilangkan nyawa George Floyd.

Melainkan ada pesan persatuan yang ingin digaungkan.

Seperti yang diunggah oleh bintang NBA, LeBron James, gerakan berlutut itu berawal dari pemain NFL, Colin Kaepernick.

Baca juga: Kaus LeBron James Sentil Kasus Kematian George Floyd

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X