Aparat Tetapkan Tersangka Pelanggaran Hak Cipta

Kompas.com - 21/05/2020, 21:20 WIB
Tiga pemain muda Indonesia peserta program Garuda Select (dari kiri-kanan), yakni Braif Fatari, Brylian Aldama, dan Bagus Kahfi, di dampingi Mirwan Suwarso, ketika sesi tanya jawab beserta rekan-rekan media pada acara Konferensi Pers Mola TV dan Screening Film Dokumenter Garuda Select - The Series, di Jakarta, Senin (28/10/2019). Mola TVTiga pemain muda Indonesia peserta program Garuda Select (dari kiri-kanan), yakni Braif Fatari, Brylian Aldama, dan Bagus Kahfi, di dampingi Mirwan Suwarso, ketika sesi tanya jawab beserta rekan-rekan media pada acara Konferensi Pers Mola TV dan Screening Film Dokumenter Garuda Select - The Series, di Jakarta, Senin (28/10/2019).

KOMPAS.com - Aparat penegak hukum telah menetapkan tersangka pelaku illegal streaming atas konten dan saluran Mola TV.

Sebelumnya, pihak Mola TV melaporkan pelaku yang memiliki situs ilegal streaming berupa www.koragoll.com, www.tvxoe.com, www.shootgol.net, www.tvball7.com, www.tvball7.xyz, www.bosball.com, www.pastivi.com, dan www.indiostv.com.

Atas pelanggaran hak cipta tersebut, para pelaku terancam pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 4 miliar sesuai dengan ketentuan Pasal 118 ayat (2) jo. Pasal 25 huruf d ayat (2) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Pelaku juga telah ditahan oleh pihak Kejaksaan guna menunggu proses persidangan sejak tanggal 19 Mei 2020.

Baca juga: PBSI Resmi Menggandeng Mola TV sebagai Sponsor Utama

Kepala Sub Seksi Pra Penuntutan Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Muhammad Afif Perwiratama Pramono, mengatakan berkas perkara tersangka sudah memenuhi unsur pidana dan dinyatakan lengkap atau P-21.

Artinya, perkara dengan dua tersangka pembajakan atas konten Mola TV itu akan dipersiapkan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

"Hasil pra penuntutan dan penelitian berkas perkara yang diberikan oleh penyidik Polda Jawa Barat telah lengkap atau P-21 tertanggal 12 Mei 2020," ucap Muhammad Afif.

"Artinya, perkara dengan dua tersangka tersebut sudah diterima dan diambil oleh Kejati Jawa Barat untuk nantinya disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Bandung," kata dia melanjutkan.

Adapun Uba Rialin, tim kuasa hukum Mola TV, mengatakan bahwa mereka terpaksa menempuh jalur hukum setelah peringatan secara persuasif kepada para pelanggar diabaikan.

Baca juga: Kiprah Galang Hendra di World Supersports 600 Tayang di Mola TV

Mola TV sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada khalayak umum ke beberapa kota besar di Indonesia soal hak atas tayangan Mola TV.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X