Kompas.com - 17/02/2021, 18:13 WIB
Ilustrasi Ki Hadjar Dewantara KOMPAS/JITETIlustrasi Ki Hadjar Dewantara

KOMPAS.com - Perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa lepas dari perjuangan Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara merupakan pendiri Taman Siswa sebagai fasilitas pendidikan kaum pribumi. Sehingga kaum pribumi mendapatkan pendidikan yang sama dengan orang-orang bangsawan.

Ki Hajar Dewantara dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional pada 28 November 1959 melalui SK Presiden No 305 Tahun 1959 oleh Presiden RI Sukarno.

Dalam buku 27 Karakter Tauladan Tokoh Indonesia (2019) oleh Rahmat Putra Tudha, berikut sikap teladan dari Ki Hajar Dewantara:

  • Cinta terhadap pendidikan

Hal ini artinya seseorang harus mencurahkan segala usaha dan upaya dalam bisang pendidikan, baik pelajar maupun guru. Jasilnya adalah kesadaran betapa pentingnya pendidikan.

Baca juga: Sikap Teladan dari Raden Ajeng Kartini

Cinta pada pendidikan juga dapat diartikan pengabdian diri terhadap pendidikan. Seperti Ki Hajar Dewantara yang sangat mencintai pendidikan.

Hingga beliau mendedikasikan hidupnya membangun konsep pendidikan di Indonesia. Selain itu juga menyadarkan pemerintah betapa pentingnya pendidikan.

Beliau terus berupaya membuat metode baru dalam pendidikan dan mencurahkan hidupnya sebagai tenaga pelajar. Sehingga gelar Bapak Pendidikan disandangnya.

Baca juga: Teladan Tokoh Persatuan dari Papua

  • Seorang guru yang teladan

Dilansir dari buku Kesadaran Nasional dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan (2008) karya Slamet Muljana, seorang guru harus memiliki tiga sifat yang menjadi semboyan Ki Hajar Dewantara, yaitu:

  1. Ing ngarsa sung tulada, artinya seorang guru adalah pendidik yang harus memberi contoh atau menjadi panutan.
  2. Ing madya mangun karsa, yaitu seorang guru adalah pendidik yang selalu berada di tengah-tengah para muridnya dan terus-menerus membangun semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya.
  3. Tut wuri handayani, yang bermakna seorang guru adalah pendidik yang terus-menerus menuntun, menopang, dan menunjuk arah yang benar bagi hidup dan karuya anak-anak didiknya.

Perilaku guru akan menjadi sarana penyampaian pesan paling efektif bagi peserta didik. Perilaku ini yang akan menjadi teladan bagi kehidupan sosial peserta didik.

  • Pembela keadilan dari penindasan

Perlawanan ketidakadilan masa penjajahan Belanda membuat Ki Hajar Dewantara bergabung ke organisasi Boedi Oetomo.

Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Bangsa

Beliau membangun kekuatan melalui organisasi-organisasi yang bergerak di bidang politik dan sosial. Perlawanannya dilakukan lewat dunia pendidikan.

Beliau memperjuangkan pendidikan kepada kaum pribumi agar dapat melawan penindasan yang dilakukan oleh para penjajah. Dari situlah lahir pejuang-pejuang intelektual dari kaum pribumi.

Pemuda-pemuda berpendidikan ini menjadi kekuatan baru dalam menghadapi penjajah.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X