Kompas.com - 27/12/2019, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Meski salju hanya terjadi di bagian tertentu di belahan dunia, adanya salju memiliki dampak luas pada iklim di bumi.

Dengan mempelajari salju, terbentuknya salju, di mana salju turun dan bagaimana salju berubah dari waktu ke waktu, para ilmuwan dapat membantu meningkatkan prediksi badai.

Selain itu, dengan mempelajari salju, para ilmuwan dapat belajar lebih banyak tentang keterkaitan antara salju dan cuaca.

Sehingga dapat dipahami bagaimana perubahan salju dapat memengaruhi iklim, gletser dan pasokan air di seluruh dunia.

Baca juga: Berasa Home Alone, Main Salju di 5 Tempat Ini saat Libur Akhir Tahun

Apa itu salju?

Salju adalah bentuk padat air yang mengkristal di atmosfer dan jatuh ke bumi, menutupi secara permanen atau sementara, sekitar 23 persen dari permukaan bumi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salju adalah butiran uap air bewarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku.

Dilansir dari National Snow and Ice Data Center (NSIDC), lapisan salju adalah bagian dari Cryosphere dari bahasa Yunani yaitu kryos yang artinya frost dalam bahasa Inggris atau embun beku dalam bahasa Indonesia.

Salju adalah pengendapan (presipitasi) padat dalam bentuk kristal es. Salju berasal dari awan ketika suhu berada di bawah titik beku (0 derajat celcius atau 32 derajat fahrenheit), ketika uap air di atmosfer berkondensasi langsung menjadi es tanpa melalui tahap cair.

Setelah kristal es terbentuk, ia menyerap dan membekukan uap air tambahan dari udara di sekitarnya, tumbuh menjadi kristal salju atau pelet salju, yang kemudian jatuh ke bumi.

Baca juga: Berlibur ke Jepang, Ashanty Ingin Rasakan Lembutnya Salju di Hokkaido

Bagaimana salju terbentuk?

Seperti tetesan hujan, kepingan salju mulai sebagai uap air di awan. Ketika awan sangat dingin, uap air ini berubah menjadi kristal es.

Salju terbentuk ketika kristal es kecil di awan bersatu menjadi kepingan salju (snowflakes) saat suhu rendah dan ada kelembaban di atmosfer.

Kepingan salju terdiri dari kristal es kecil yang banyak yang saling menempel kemudian akan menjadi cukup berat sehingga jatuh ke bumi.

Kepingan salju yang turun melalui udara lembab yang sedikit lebih hangat dari 0 derajat celcius akan meleleh di sekitar tepinya dan tetap bersatu menghasilkan serpihan besar.

Kepingan salju yang jatuh melalui udara yang dingin dan kering menghasilkan salju bubuk yang tidak saling menempel.

Baca juga: Mau Main Salju Lebih Awal di Jepang? Di Sini Tempatnya

Karakteristik salju

Salju adalah akumulasi kristal es penuh sesak dan kondisi gumpalan salju menentukan berbagai kualitas seperti warna dan suhu.

Saat kondisi cuara berubah, gumpalan salju juga dapat berubah dan ini memengaruhi karakteristik salju.

Karakteristik salju dapat dilihat dari berbagai faktor antara lain:

  1. Warna-warna salju
  2. Kedalaman dan suhu salju

Berikut ini penjelasan mengenai karakteristik salju tersebut:

Baca juga: Mikroplastik Ditemukan di Salju Kutub Utara, Kok Bisa?

  • Warna-warna salju

Secara umum, salju terlihat putih merata karena efek cahaya. Kristal es di salju memantulkan sinar matahari ke segala arah sehingga menciptakan warna putih.

Namun salju bisa berwarna biru, merah, hijau bahkan hitam di belahan dunia yang berbeda.

Warna salju disebabkan oleh debu atau jamur yang dikumpulkan oleh salju saat melayang jatuh di udara.

Salju merah terjadi di beberapa daerah di Eropa terutama Italia, di mana udara dipenuhi dengan partikel debu dari pasir merah gurun Sahara.

  • Kedalaman dan suhu salju

Suhu permukaan salju tergantung suhu udara di atasnya. Semakin dingin udara di atas, semakin dingin lapisan salju di dekat permukaannya, terutama dalam 30-45 sentimeter (12-18 inci).

Salju di dekat tanah pada lapisan salju yang lebih dalam lebih hangat karena dengan tanah yang hangat. Tanah relatif hangat karena panas yang disimpan tanah selama musim panas sifatnya lambat menghilang.

Selain itu, salju adalah insulator yang baik, sehingga memperlambat aliran panas dari tanah yang hangat ke udara dingin di atas.

Baca juga: 5 Tips Melihat Kristal Es seperti Salju di Gunung Gede

Salju sebagai mineral

Salju dapat diklasifikasikan sebagai mineral karena salju terbuat dari air beku atau es yang membeku.

Mineral adalah padatan homogen yang terbentuk secara alami, terbentuk secara anorganik, dengan komposisi kimia yang pasti dan susunan atom yang teratur.

Es terjadi secara alami, dengan suhu di bawah 0 derajat celcius atau 32 derajat fahrenheit. Es ini bersifat homogen (dari satu bahan), terbentuk secara anorganik dan memiliki struktur atom yang teratur.

Es memiliki komposisi kimia tertentu yaitu H2O dengan ikatan atom hidrogen dan oksigen secara spesifik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.