Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengapa Candi Borobudur Tidak Masuk Tujuh Keajaiban Dunia?

KOMPAS.com - Candi Borobudur merupakan candi berteras dan melambangkan alam raya.

Banyak yang menilai Candi Borobudur merupakan kesaksian pertama tentang bagaimana orang-orang Jawa sanggup mengambil alih agama asing untuk diabadikan demi kepentingan diri sendiri.

Dengan kemegahannya, ternyata Candi Borobudur tidak masuk ke dalam Tujuh Keajaiban Dunia.

Penilaian subyektif

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, munculnya 7 Keajaiban Dunia atau New 7 Wonders of the World dimulai dari yayasan dari Swiss.

Yayasan tersebut bernama New Open World Corporation (NOWC) yang memulai survei pada 2000. Di mana NOWC saat itu tidak memasukkan Candi Borobudur dalam Antipater Sidon.

Versi Antipater Sidon yang saat itu masuk menjadi populer adalah Piramida Giza, Taman Gantung Babilonia, Patung Zeus di Limpia, Kuil Artemis Turki, Mercusuar Iskandariah, dan Mausoleum.

Kemudian NOWC menyebarkan kampanye untuk menentukan New 7 Wonders of the World dan didukung lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia.

Pengambilan survei atau polling dilakukan dengan online dan diumumkan pada 2007. Seperti yang sudah diketahui, hasil poliing tersebut menuai banyak kritik.

Pasalnya keajaiban dunia yang diperkenalkan NOWC hanya beberapa tempat yang populer dan banyak diketahui oleh banyak orang.

Hal tersebut membuat UNESCO mengambil sikap tegas. Dilansir dari situsnya, UNESCO memilih untuk tidak ikut campur dalam hal apa pun.

Sehingga polling yang dilakukan Bernard Weber tidak ada kaitan atau hubungannya dengan UNESCO yang menjadi penilaian dan inisiatif pribadi.

Tujuan dan mandat UNESCO adalah membantu negara-negara dalam mengidentifikasi, melindungi, dan melestarikan Warisan Dunia.

Candi Borobudur adalah bagian dari World Heritage List yang dikeluarkan oleh UNESCO. Sampai saat ini nama Candi Borobudur masih berada pada daftar UNESCO.

Candi Borobudur masih tetap dianggap ajaib meski pada polling buatan NOWC tidak masuk sebagai kejaiban dunia.

UNESCO mengakui nilai sentimental dan menuliskannya pada daftar. Bagi UNESCO, semua situs yang ada di dunia yang memiliki sifat heritage harus diakui.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur menjadi salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

Candi Borobudur terletak di Lembah Kedu, bagian selatan Jawa Tengah, Pulau Jawa, Indonesia.

Candi ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa dengan bentuk bangunan punden berundak-undak yang terdiri dari 10 tingkat.

Tinggi Candi Borobudur tidak lebih dari 50 meter, sedangkan lebarnya 112 meter dari pojok ke pojok. Dengan diameter sekitar 123 meter.

Puncak Candi Borobudur berbentuk genta atau lonceng, yang merupakan pusat serta pucak struktural maupun spiritual.

Teras-teras Candi Borobudur paling bawah dihiasi dengan ukiran-ukiran dari alam kepercayaan Budhisme Mahayana. Bagian bawah candi melukiskan kisah kelahiran Sang Budha.

Pada lorong-lorong candi berikutnya berisi cerita-cerita mengenai bimbingan spiritual. Setiap dinding di tingkatan Candi Bodobudur menyimpan cerita-cerita spiritual yang menggambarkan dunia.

Kompleks Candi Borobudur terdiri dari tiga monumen, yaitu Candi Borobudur dan dua candi kecil yang terletak di timur dengan poros lurus ke Borobudur.

Kedua candi tersebut adalah Candi Mendut dan Candi Pawon. Candi Borobudur sempattenggfelam karena pergerakan tanah yang semakin tinggi. Kemudian ditemukan pada abad ke-19 dan restorasi pada abad ke-20.

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/22/090000869/mengapa-candi-borobudur-tidak-masuk-tujuh-keajaiban-dunia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke