Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/01/2024, 14:34 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ilmuwan memperkirakan 80 juta hiu mati setiap tahunnya meski ada peraturan global yang bertujuan melindungi mereka dari perburuan sirip.

Hasil tersebut diperoleh setelah peneliti melakukan studi data dari tahun 2012 hingga 2019, ketika undang-undang untuk melindungi hiu dari perburuan sirip meningkat sepuluh kali lipat.

Dari analisis data, peneliti menemukan bahwa kematian hiu tahunan meningkat dari 76 juta pada tahun 2012 menjadi lebih dari 80 juta pada tahun 2017. Sebanyak 25 juta atau lebih dari 30 persen merupakan spesies yang terancam.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Cara Hiu Karang Abu-abu Bernapas

Peningkatan kematian hiu

Mengutip Live Science, Jumat (12/1/2024) dalam studinya, peneliti meninjau data perikanan dari 150 negara dan di laut lepas, serta menggunakan pemodelan komputer serta wawancara dengan para ahli untuk memeriksa perkiraan mereka.

Para ahli yang dimaksud termasuk ilmuwan, aktivis lingkungan hidup, dan pekerja perikanan.

"Kami berusaha seproaktif mungkin dalam mendapatkan data dengan kualitas terbaik," kata Boris Worm, ahli ekologi kelautan di Universitas Dalhousie, Kanada yang juga penulis utama studi.

Hiu seringkali menjadi sasaran untuk diambil siripnya atau dibunuh secara tidak sengaja sebagai tangkapan sampingan.

Studi ini mengungkapkan bahwa meski ada undang-undang untuk mencegah penangkapan sirip hiu, namun itu tidak mengurangi jumlah hiu yang dibunuh bahkan malah meningkat.

"Ini merupakan kekhawatiran besar karena satu dari tiga spesies terancam punah," kata Worm.

Baca juga: Apakah Semua Hiu Hidup di Laut?

Perdagangan daging hiu

Meningkatnya angka kematian hiu berkorelasi dengan peningkatan nilai perdagangan hiu.

Laporan WWF berdasarkan periode yang sama (2012 hingga 2019) memperkirakan bahwa perdagangan daging hiu dan pari global dapat bernilai $2,6 miliar.

Sebelumnya, pasar ini diperkirakan bernilai $157 juta pada tahun 2000, dan meningkat menjadi $379,8 juta pada tahun 2011.

Peneliti menagtakan masih banyak yang perlu dilakukan untuk melindungi hiu, bukan hanya dari perburuan sirip melainkan juga yang menargetkan kematian hiu secara langsung.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Hiu Harus Terus Berenang untuk Bertahan Hidup?

Langkah-langkah yang diambil termasuk pelarangan penangkapan hiu, penegakan batas tangkapan berdasarkan ilmu pengetahuan, dan perlindungan wilayah kritis.

"Penelitian ini menunjukkan luasnya pasar hiu secara global, tidak hanya untuk sirip tetapi juga untuk daging," ungkap rekan penulis studi Laurenne Schiller, seorang ilmuwan konservasi perikanan di Universitas Carleton di Kanada.

Masyarakat dapat mengurangi pasar hiu ini dengan memperhatikan tindakan mereka, misalnya dengan tidak membeli oleh-oleh gigi hiu, menghindari makanan yang berbahan hiu, termasuk kosmetik yang menggunakan squalene yang berasal dari hiu.

"Ini masalah yang bisa dipecahkan tetapi perlu diatasi sekarang karena hiu tidak punya waktu lagi," tambah Worm.

Temuan tersebut dipublikasikan para peneliti 11 Januari di jurnal Science.

Baca juga: Fakta-fakta Hiu Putih Besar, Ikan Predator Terbesar di Dunia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com