Kompas.com - 15/04/2021, 18:58 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5, 5 mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara pada pukul 17.36 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M 5,4.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,69 LS dan 116,94 BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 216 kilometer arah Selatan Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 44 kilometer.

Baca juga: Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Dijelaskan Bambang, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata dia. 

Kendati lokasi gempa bumi ini berada di laut, hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Akan tetapi, dampak getaran dari guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Mataram dengan skala intensitas III MMI. Di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 17.46 WIB, Kamis (15/4/2021) belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Bambang.

Masyarakat juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Upayakan untuk selalu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali kedalam rumah.

Baca juga: BMKG Ungkap 4 Penyebab Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X