Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salman Aristo Ungkap Perjuangan Menjadi Penulis Skenario di Awal Era Reformasi

Kompas.com - 15/01/2024, 12:10 WIB
Ady Prawira Riandi,
Ira Gita Natalia Sembiring

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penulis Salman Aristo mengungkap perjuangan saat menjadi penulis skenario di awal era reformasi.

Aris, begitu ia biasa disapa, memulai karier penulisannya di tahun 2003.

Sebagai orang yang memulai dengan otodidak, Aris mengaku sempat kesulitan mencari ilmu untuk memperluas kemampuan menulis skenarionya.

Baca juga: Setelah Bumi Manusia, Salman Aristo akan Garap Skenario Balada Si Roy

“Pada saat itu masih belum banyak bahan belajarnya. Internet juga masih belum semasif sekarang, buku-buku belum ada, jadi benar-benar otodidak dan nyari sendiri,” kata Aris dalam perbincangan Hype Talk.

Salman Aristo sendiri melihat perkembangan ilmu penulisan skenario sampai saat ini masih terus terjadi.

“Sampai saat ini masih berkembang, evolusinya masih jalan terus,” ujar suami Gina S. Noer tersebut.

Karier penulisan skenario Salman Aristo berawal dari film Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Cinta Silver, dan Alexandria di tahun 2005.

Baca juga: Kata Salman Aristo soal Nasib Film Indonesia di Masa Pandemi

Namanya semakin dikenal luas berkat kesuksesan besar film Jomblo, Laskar Pelangi, dan Ayat-ayat Cinta.

Beberapa karya besar terus terlahir dari tangan dingin Salman Aristo di dunia perfilman.

Pada Festival Film Indonesia 2016, Salman Aristo akhirnya menerima Piala Citra pertamanya lewat film Athirah.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com