Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisruh dengan Ndhank Disebut Settingan, Irwan Stinky: Tidak Settingan tapi Sangat Menguntungkan

Kompas.com - 15/01/2024, 09:19 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemain bas Stinky Reborn, Irwan Batara menyebut kisruh lagu "Mungkinkah" telah memberikan keuntungan untuk band mereka.

Namun Irwan membantah bahwa yang terjadi antara mantan pemain gitar dan pencipta lagu, Ndhank dengan Stinky Reborn settingan.

"Susah sih kalau gitu orang kan percaya enggak percaya," kata Irwan dikutip dari YouTube Dunia Manji.

"Tapi gue bisa meyakinkan ini sama sekali tidak settingan. Tapi, kejadian ini sangat-sangat menguntungkan Stinky," lanjutnya.

Baca juga: Ndhank Sebut Andre Taulany Kacang Lupa Kulit, Irwan Stinky: Berlebihan

Irwan menjelaskan alasan kejadian ini bisa sangat menguntungkan Stinky Reborn.

"Dia ribut tanggal 31 (Desember 2023), tanggal 31 malam sudah mulai naik, tanggal 1 (Januari 2024) booming, viral, kita launching singel," ujar Irwan.

"Biasanya kan butuh berapa hari buat viral. Ini cuma berapa jam doang langsung naik," imbuhnya.

Bahkan, viralnya kabar ini menurutnya cukup mengherankan.

Baca juga: Ndhank Surahman Minta Royalti 2 Persen dari Lagu Mungkinkah, Ajak Andre Taulany dan Stinky Mediasi

Mengingat bahwa mereka bukan termasuk orang yang sering mendapat sorotan seperti seorang vokalis dalam sebuah band. 

"Sorry ya Ndhank, Ndhank kan tidak terlalu terkenal, kita pemain band, biasanya vokalis yang lebih ngetop, (kalau) player biasa-biasa aja, Ndhank jarang nongol juga," ucap Irwan.

"Kok dia bisa ngeboom? Agak aneh juga. Kalau memang settingan, akan biasa-biasa aja, maksudnya siapa Ndhank? Siapa Irwan? Bisa bikin tiba-tiba viral," sambungnya keheranan. 

Seperti diketahui, Ndhank Surahman Hartono melarang Andre Taulany dan grup band Stinky untuk membawakan lagu ciptaannya, “Mungkinkah.”

Namun Irwan merasa dia juga ikut andil dalam menciptakan lagu itu. Bahkan nama mereka berdua tercatat secara resmi sebagai pencipta lagu "Mungkinkah".

Larangan Ndhank itu karena dia merasa selama ini hanya mendapatkan bagian cukup kecil dari performing rights setiap Stinky manggung, yaitu sebesar Rp 500.000.

Di sisi lain, Irwan merasa band Stinky telah memenuhi seluruh kewajiban mereka untuk hal itu. Dari performing rights, direct licensing yang bahkan saat itu belum ditetapkan AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) dan mereka menyebutnya sebagai kebijakan dari Stinky. 

Sebagai informasi, performing rights adalah hak penggunaan musik yang diperdengarkan di tempat umum, misalnya di kafe, transportasi, radio, konser, dan lain-lain.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com