Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hak Ciptanya Tak Lagi Dimiliki Disney, Mickey Mouse Rilis Trailer Horor

Kompas.com - 04/01/2024, 19:50 WIB
Andika Aditia

Penulis

KOMPAS.com - Karakter Mickey Mouse akan berubah menjadi pembunuh berantai yang kejam dalam film mendatang, setelah karakter tersebut memasuki domain publik untuk pertama kalinya pada minggu ini.

Mickey Mouse menjadi milik umum setelah Disney kehilangan hak ciptanya atas tokoh kartun legendaris Mickey Mouse per 1 Januari 2024.

Hak cipta ini berupa desain karakter Mickey Mouse yang tampil di animasi pendek berjudul Steamboat Willie pada 18 November 1928.

Baca juga: 5 Alasan The Wonderful World of Mickey Mouse Wajib Ditonton

Selepas Disney kehilangan hak ciptanya, desain Mickey Mouse dari animasi tersebut kini berstatus sebagai milik umum atau berada di domain publik.

Akibatnya, Disney tidak bisa lagi memonetisasi desain tersebut. Sementara masyarakat umum dapat menggunakan tokoh Mickey Mouse dengan desain dari animasi Steamboat Willie secara bebas.

Pada Tahun Baru, versi paling awal dari Mickey Mouse yang pernah diterbitkan – film pendek animasi Steamboat Willie tahun 1928 – dimasukkan ke dalam domain publik, yang berarti bahwa seniman dan pencipta kini dapat menggunakan kekayaan intelektual dalam karya mereka.

Baca juga: Deddy Corbuzier Ungkap Fakta Lucu di Balik Gaya Rambut ala Mickey Mouse

Mickey Mouse Trap dengan bangga mengklaim sebagai “film fitur horor komedi live-action Mickey Mouse yang pertama” dan difilmkan serta disutradarai oleh Jamie Bailey.

Seperti yang terungkap dalam trailer-nya, trailer ini akan menampilkan seorang pembunuh mematikan yang mengenakan topeng Mickey yang mengamuk di arena hiburan.

Para pembuat film mengatakan mereka belum memiliki tanggal rilis yang pasti, namun kemungkinan akan tersedia pada bulan Maret 2024.

Baca juga: Rayakan 100 Tahun, Disney+ Hotstar Merilis Film Once Upon A Studio

Film horor baru berbasis Mickey kedua yang tidak disebutkan namanya akan disutradarai oleh Steven LaMorte, dan sinopsis resminya menyatakan: “Ini adalah ulang tahun Alex yang ke-21, tapi dia terjebak di arena hiburan pada jam kerja yang terlambat sehingga teman-temannya memutuskan untuk memberinya kejutan, tapi seorang pembunuh bertopeng berpakaian seperti Mickey Mouse memutuskan untuk memainkan permainannya sendiri dengan mereka dan dia harus bertahan hidup.”

Dalam siaran persnya, LaMorte menambahkan: “Steamboat Willie telah membawa kegembiraan bagi generasi ke generasi, namun di balik penampilan luarnya yang ceria terdapat potensi teror yang murni dan tidak tertahan. Ini adalah proyek yang saya impikan, dan saya tidak sabar untuk mengungkapkan gambaran memutarbalikkan karakter tercinta ini kepada dunia.”

Baca juga: Universal Patahkan Dominasi Disney di Tahun 2023

Steamboat Willie telah menjadi pusat dari serangkaian pertarungan hak cipta selama bertahun-tahun, dan pertama kali ditetapkan untuk memasuki domain publik pada tahun 1955.

Setelah kampanye dan lobi dari The Walt Disney Company, hak cipta diperpanjang beberapa kali, tetapi ternyata habis masa berlakunya pada hari Senin (1/1/2024).

Namun, perusahaan tetap mempertahankan hak atas inkarnasi Mickey dan Minnie yang lebih dikenal.

Situasi serupa muncul pada tahun 2023 dengan dirilisnya Winnie-the-Pooh: Blood and Honey, sebuah film horor independen yang ditulis dan disutradarai oleh Rhys Frake-Waterfield.

Buku asli tahun 1926 oleh A.A. Milne memasuki domain publik pada awal tahun 2022, dan spin-off horor ini meraup lebih dari 5 juta dolar atau setara Rp 77 miliar di seluruh dunia dengan anggaran 100.000 dolar atau setara Rp 1,5 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com