Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ungkap Sisi Lain Dunia Hiburan, Ariel Tatum: Aku Merasa Banyak Orang Bermuka Dua

Kompas.com - 08/12/2022, 12:23 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Terjun di dunia hiburan sejak usia delapan tahun, artis Ariel Tatum akui sempat merasa tak nyaman dengan dunia yang digelutinya sampai saat ini.

Artis berusia 26 tahun ini mengatakan, setelah menginjak usia remaja, Ariel menyadari ada aspek toxic dari dunia hiburan yang sempat membuatnya merasa tidak nyaman berada di dalamnya.

"Pada saat itu (usia 8 tahun) menyenangkan aja buat aku, justru sejujurnya aku masih belum bisa melihat aspek-aspek toxic di dalam dunia entertainment," kata Ariel dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network.

"Ketika aku sudah beranjak dewasa, baru sadar, 'kok gini ya', 'kok lingkungannya seperti ini, kok ada banyak norma-norma yang entah dibuat sama siapa yang rasanya kok aku dituntut untuk ikutin," lanjutnya.

Baca juga: Ariel Tatum Tulis Jurnal untuk Kenali Diri Sendiri dan Ciptakan Kedamaian

Diakui Ariel, hal itu membuatnya merasa tidak nyaman berada dalam lingkungan kerja dunia hiburan.

"Di usia aku udah belasan, baru ada kayak 'kok aku enggak nyaman ya deket sama orang-orang ini, dalam lingkup kerja ini,'" ucap Ariel.

Walaupun tidak tahu seperti apa kehidupan mereka yang bekerja di perusahaan, tapi di dunia hiburan, Ariel merasa menemukan banyak orang bermuka dua dan tuntutan-tuntutan yang harus dia ikuti.

"Enggak tahu apa hanya di dunia entertainment, cuma aku rasa ada banyak tuntutan-tuntutan harus ini harus itu, harus kurus, terlihat dalam tampilan tertentu," kata Ariel.

"Dan banyak sekali orang-orang yang aku merasa bermuka dua, bersikap itu tergantung dengan siapa mereka bicara gitu," sambungnya.

Baca juga: Ariel Tatum Sadar Harus Ciptakan Kedamaian Dalam Diri Sendiri

Berada dalam lingkungan seperti itu membuat Ariel dulu sempat berpikir untuk bersikap baik terhadap orang yang baik padanya saja.

"Pada saat itu aku punya cara pikir gini 'untuk dapat bertahan di industri ini, jika orang baik kepadaku, aku akan lebih baik lagi, tapi jika kamu bre****k, maka kamu berhadapan dengan orang yang salah,'" ucap Ariel.

"Dulu aku punya mentality seperti itu, aku ngerasa harus punya mentality seperti itu biar aku bisa survive, enggak ikutan enggak waras gitu ya," sambungnya.

Tapi ketika usianya menginjak 25 tahun, cara berpikir Ariel itu telah diubah.

Ariel sadar dia tidak bisa mengubah lingkungan sekitarnya. Karena itu Ariel memutuskan untuk mengubah cara berpikirnya.

Dia tidak ingin sikap dan perilaku orang lain menetapkan karakternya.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com