Kompas.com - 30/11/2021, 12:25 WIB
Produser Gita Fara dan Ratu Tiara, sutradara Arfan Sabran, Iber Djamal (pemain), Farwiza Ahmad (aktivis lingkungan), Dian Sastro, dan Chitra Subijakto (perancang busana) saat konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Senin (29/11/2021) KOMPAS.com/FIRDA JANATIProduser Gita Fara dan Ratu Tiara, sutradara Arfan Sabran, Iber Djamal (pemain), Farwiza Ahmad (aktivis lingkungan), Dian Sastro, dan Chitra Subijakto (perancang busana) saat konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Senin (29/11/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Film dokumenter Bara (The Flame) menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Bara (The Flame) merupakan kolaborasi dengan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) dan merek busana Sejauh Mata Memandang.

"Mungkin di sini harapan kami dari film ini tidak hanya peduli lingkungan dan meningkatkan awareness tapi juga daya juang Pak Iber sebagai sosok ayah, kakek, itu sangat penting," ujar Gita Fara, produser film Bara (The Flame) di Plaza Indonesia XXI, Senin (29/11/2021).

"Perjuangannya untuk dapat melestarikan lingkungan terutama hutan adat itu sangat inspiratif," katanya lagi.

Baca juga: Dian Sastro: Film Bara (The Flame) Suarakan Kedekatan Manusia dengan Alam

Gita berharap agar anak muda bisa meningkatkan awarness bukan hanya berbentuk masif, tetapi juga hal-hal kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan.

Sementara sutradara Arfan Sabran mengatakan, sebagai film maker dirinya merasa terpanggil ketika ada proyek yang menganggat isu penting.

Menurut Arfan, meskipun pesan yang disampaikan dalam film dokumenter ini sangat kuat, cerita Bara (The Frame) dikemas dengan cara yang sederhana.

"Begitu ketemu Pak Iber, saya tergugah membuat film yang bicara tentang lingkungan, hal-hal besar seperti kebakaran hutan, deforestasi dan segala macam," ucapnya.

Baca juga: Film Bara (The Flame) Ajak Masyarakat Lindungi Hutan Adat di Indonesia

Lewat medium film, kata Arfan, ia ingin menceritakan kisah tersebut secara personal dan mendalam.

"Bagaimana lewat film saya gunakan untuk menyampaikan sesuatu yang sangat besar lewat cerita yang sederhana," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.