Kompas.com - 28/09/2021, 14:31 WIB
Pembawa acara Tukul Arwana saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISIPembawa acara Tukul Arwana saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Dokter Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional (PON) mengungkapkan kondisi pelawak Tukul Arwana saat pertama kali tiba hingga harus menjalani operasi.

Pelawak berusia 57 tahun ini lantas diduga mengalami hipertensi dengan tensi darah 200 mmHg.

Dokter Sardiana Salam, Sp.S,M.kes yang menangani Tukul di RS Pusat Otak Nasional mengatakan, pendarahan tersebut terjadi dudga karena hipertensi yang tidak terkontrol.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan secara lengkap dengan CT-scan didapatkan terjadi pendarahan luar sebesar 80 cc. Kemungkinan besar itu adalah suatu respons karena hipertensi," ujar dokter Sardiana Salam.

Baca juga: Sudah Sadar Pascaoperasi, Tukul Arwana Mulai Stabil dan Responsif

Menurut dokter Sardiana Salam, dugaan itu diperkuat dari pernyataan manajer Tukul, Rizky Kimon.

Kimon sebelumnya mengungkapkan, Tukul tidak pernah melakukan medical check up.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang tadi disampaikan Mas Kimon tidak pernah medical check up, jadinya tidak terdeteksi," tutur dokter Sardiana Salam.

Walaupun, saat menerima vaksinasi Covid-19 beberapa hari sebelumnya, tekanan darah Tukul tercatat 160/100 mmHg. Sehingga, diizinkan menerima vaksinasi.

Sebab, batasan tensi darah untuk menerima vaksinasi Covid-19 adalah 180 mmHg.

"Kemungkinan ini hipertensinya yang memang tidak diketahui jadi tidak terkontrol. Riwayat yang tidak terdeteksi inilah yang menyebabkan pecah pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan pendarahan di otak," jelas dokter Sardiana lagi.

Baca juga: Beredar Kabar Tukul Meninggal, Manajer: Itu Benar-benar Hoaks

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.