Kompas.com - 20/04/2021, 09:23 WIB
Budi Doremi saat ditemui usai vaksin di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan belum lama ini. KOMPAS.com/Revi C RantungBudi Doremi saat ditemui usai vaksin di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan belum lama ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Syahbudin Syukur atau biasa dikenal dengan nama Budi Doremi turut mengeluhkan soal profesinya sebagai musisi yang masih dipandang sebelah mata.

Meski begitu, Budi Doremi mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo menandatangani PP No.56 tahun 2021 tentang pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik.

Selain itu, ada pula kerinduan pelantun “Melukis Senja” ini untuk manggung secara off air.

Kompas.com merangkumnya sebagai berikut.

1. Ditolak ajukan kredit karena profesi sebagai musisi

Budi Doremi mengeluhkan profesi sebagai musisi yang masih belum ada kejelasan.

Pasalnya Budi pernah mengalami pengalaman tak sedap hanya gara-gara profesi. Saat itu dia hanya mencoba mengajukan kredit sebuah barang dan akhirnya ditolak.

Baca juga: Satu Tahun Tak Manggung, Budi Doremi: Serindu Kayak Gajian

Musisi itu harus memiliki kejelasan dalam profesi. Gue terakhir kredit handphone saja ditolak gara-gara profesinya enggak ada, lu bayangin deh tapi tetap suruh bayar pajak, dan kalau enggak bayar, tetap diteror,” kata Budi Doremi saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan belum lama ini.

“Iya sama house kredit, gue pernah, gue pernah ngetes ditolak. Ngetes doang, bisa sih beli cash,” tambahnya.

2. Apresiasi PP 56/2021 soal Royalti Musik

Meski masih mengeluhkan kejelasan profesi sebagai musisi, Budi Doremi ikut mengapresiasi langkah Jokowi meneken PP No.56 Tahun 2021 tentang pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik.

Budi berujar, karya-karya para musisi lebih diperhatikan pemerintah. Dan dia sedikit memberikan pesan kepada oknum penikmat musik.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X