Kompas.com - 09/03/2021, 14:27 WIB
Bens Leo ditemui di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2018), ketika melayat jenazah Yockie Suryo Prayogo. KOMPAS.COM/IRA GITABens Leo ditemui di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2018), ketika melayat jenazah Yockie Suryo Prayogo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selasa (9/3/2021) diperingati sebagai Hari Musik Nasional sejak ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.

Hari Musik Nasional menjadi sebuah upaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap dunia musik Tanah Air.

Selain itu, ada pula upaya untuk meningkatkan prestasi dan percaya diri bagi insan musik Indonesia.

Baca juga: Hari Musik Nasional, Iwan Fals Rilis Ulang Mata Dewa dalam Format Piringan Hitam

Bens Leo, selaku pengamat musik, berharap pada peringatan Hari Musik Nasional kali ini, para seniman musik tetap menelurkan karya-karya, meskipun terbentur pandemi virus corona atau Covid-19.

“Apakah itu kru panggung, sound engineer, dan lain-lain itu mereka harus tetap punya spirit untuk berkarya lagi,” kata Bens Leo kepada Kompas.com via telepon, Selasa.

Menurut Bens Leo, tanpa karya dari para musisi, musik di Indonesia akan lesu.

Baca juga: Peringati Hari Musik Nasional, Resso Rekomendasikan 18 Playlist Lagu Indonesia

“Jangan berhenti berkarya di tengah pandemi virus karena mereka ini pengabdiannya di dunia musik. Spirit berkarya, kalau mereka enggak berkarya lagi mereka akan jauh dari pulih, pulih minat untuk mengabdi di dunia musik,” tutur Bens Leo. 

Pada era pandemi Covid-19, Bens Leo melihat banyak musisi-musisi yang berkarya walaupun dengan mengandalkan teknologi.

Menurut dia, hal itu menjadi sinyal positif bagi industri musik Indonesia.

Baca juga: Merayakan Hari Musik Nasional 2020, Foto WR Supratman hingga Pembagian Royalti

“Di era pandemi ini bagaimana polanya, artinya mereka berkarya di rumah masing-masing karena sekarang era digital dan karya itu bisa dilakukan dari rumah,” ucap Bens Leo.

“Kemudian hasilnya dikirim ke tempat temannya untuk dimainkan dengan pemain-pemain lain, dan dikirim lagi di bagian mixing. Habis itu bisa di-upload ke digital platform seperti Spotify, Joox, Langit Musik dan lain-lain,” lanjutnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X