Ditangkap, Pencuri Sepeda Ayah Tantri KotaK Ternyata Masih di Bawah Umur

Kompas.com - 08/11/2020, 18:31 WIB
Vokalis band KotaK, Tantri Syahlindri Ichlasari saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (14/7/2020). KotaK diketahui baru merilis singel terbaru mereka berjudul Hoax. Sebuah lagu yang berisi pesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita-berita bohong atau hoaks. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOVokalis band KotaK, Tantri Syahlindri Ichlasari saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (14/7/2020). KotaK diketahui baru merilis singel terbaru mereka berjudul Hoax. Sebuah lagu yang berisi pesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita-berita bohong atau hoaks.

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis grup band KotaK, Tantri, mengatakan bahwa pencuri sepeda milik ayahnya sudah ditangkap pihak kepolisian. 

Dia berujar, pencuri tersebut masih di bawah umur.

"Kalau misalkan ngomongin pelaku ternyata kemarin dikasih tahu, ternyata pelakunya masih di bawah umur, istilahnya bocah nakallah ya," kata Tantri seperti dikutip Kompas.com dalam kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Sepeda Ayahnya Sempat Dicuri, Tantri KotaK: Papa Merakit dari Nol

Pemilik nama lengkap Tantri Syalindri Ichlasari itu menambahkan, ia dan keluarganya berucap syukur karena pelaku telah ditangkap dan sepeda ayahnya itu telah kembali.

"Kemarin malam dikabarin 'pelakunya ketemu dan sepedanya ketemu', (dan kami langsung) 'Alhamdulillah'. Aku kayak langsung 'ternyata memang secepat ini', masih rezeki (ayah aku) berarti," kata Tantri.

Bagi ayahnya, kata Tantri, sepeda tersebut sangat bersejarah karena dirakit satu per satu sewaktu ayahnya masih muda.

Baca juga: Tantri KotaK Sebut Pencuri Sepeda Ayahnya Sudah Ditangkap Polisi

"Jadi Papa saya merakit sepeda itu, bukan sepeda yang dibeli dari toko. Itu merakit dari nol, ngerakit satu-satu dari dia masih muda, dibawa (bersepeda) ke Anyer, keliling-keliling segala macam sampai sekarang," ungkap Tantri.

Selain memiliki sejarah, Tantri berujar, sepeda itu menjadi transportasi ayahnya ketika hendak pergi bekerja. 

Sementara adik Tantri mengatakan bahwa ayahnya sudah ditawari membeli sepeda lagi.

Baca juga: Polisi Tangkap Pencuri dan Penadah Sepeda Ayah Tantri Kotak

Kendati demikian, ayahnya tetap merasa sedih karena sepeda bersejarah baginya itu dicuri orang lain.

"Papa yang biasanya naik sepeda ke masjid itu diam, merenung (sepedanya hilang). Karena (sepeda itu) dijadikan (sebagai) teman baiknya, setiap hari sepeda itu dilap-lap, dimasukin ke kamar, karena nilai sejarahnya itu," kata adik Tantri.

"Jadi kalau bilang 'Alah, lebay, sepeda doang', bukan begitu, orangtua itu berbeda sekali dengan anak muda. Orangtua itu banyak," ucap adik Tantri melanjutkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X