Kompas.com - 01/09/2020, 18:33 WIB
Ardhito Pramono pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini saat promo film di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Jumat ( 3/1/2020). Ardhito Pramono berperan sebagai Kale di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini. KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHArdhito Pramono pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini saat promo film di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Jumat ( 3/1/2020). Ardhito Pramono berperan sebagai Kale di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukses jadi penyanyi, Ardhito Pramono mulai merambah dunia akting.

Berkat NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini), Ardhito Pramono saat ini akan kembali memerankan tokoh Kale di film spin-off  NKCTHI.

Di balik itu semua, pelantun lagu "Bitterlove" ini rupanya memiliki impian lain di bidang film.

"Mimpi jadi director sih ada banget cuma setelah gue melihat kerjanya director, susah juga ya. Gue lebih tertarik ke nulis skrip aja sih," kata Ardhito seperti dikutip Kompas.com dari video Ngobrlys, Selasa (1/9/2020). 

Baca juga: Konten Kurang Edukatif, Ardhito Pramono Siap Bikin Lagu Anak

Tak hanya itu saja, Ardhito Pramono juga memiliki impian untuk menjadi pengarah scoring dalam film.

Posisi tersebut cukup relevan untuk diincar mengingat ia memiliki latar belakang kuliah di bidang perfilman dan juga seorang musisi.

"Penginnya ngarah ke sana (scoring) karena kan dulu kuliah di perfilman sebenarnya pengin ngambil musik, cuma karena gue enggak bisa not balok akhirnya milih sound engineering," ungkapnya.

Ardhito Pramono kemudian batal mengambil jurusan sound engineering lantaran tidak memiliki basis fisika yang kuat.

Akhirnya ia pun terpaksa mengambil jurusan perfilman yang dinilai tak akan pernah jauh dari dunia musik. 

Baca juga: Klarifikasi dan Permintaan Maaf Ardhito Pramono soal Keramaian Tagar #IndonesiaButuhKerja

"Akhirnya ambil film aja deh, enggak ada film, enggak ada musik, dan sebaliknya. Gitu ibaratnya," kata Dhito.

Pengalaman menimba ilmu perfilman ini juga rupanya ia terapkan saat hendak menulis sebuah lagu.

Ardhito Pramono biasanya menuangkan cerita dari kepalanya menjadi bagian-bagian gambar sebelum akhirnya ditulis ke dalam lirik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X