Para Sineas Keluhkan Twit Menteri Tjahjo Kumolo yang Bagikan Tautan Film Ilegal

Kompas.com - 17/08/2020, 18:39 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Rapat tersebut membahas mengenai Evaluasi Pemilu & Persiapan Pelaksanaan Pilkada. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Rapat tersebut membahas mengenai Evaluasi Pemilu & Persiapan Pelaksanaan Pilkada. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagat dunia maya Indonesia diramaikan oleh twit kontroversi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang membagikan tautan film ilegal.

Dalam akun Twitter-nya @tjahjo_kumolo, Tjahjo bermaksud mengajak masyarakat untuk menonton film-film perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2020 ini.

Baca juga: Diprotes Joko Anwar karena Bagikan Tautan Film Ilegal, Menteri Tjahjo Minta Maaf

Sayangnya, semua film rekomendasi Tjahjo justru berasal dari layanan streaming YouTube yang notabene merupakan unggahan dari pihak tak bertanggung jawab.

Joko Anwar menjadi sineas pertama yang mengeluhkan twit dari Menteri Tjahjo Kumolo.

"Banyak tautan yg dibagikan di sini diunggah secara ilegal tanpa ijin pemilik hak cipta filmnya. Gak ada gunanya kita merayakan 75 tahun merdeka kalau mengambil hak orang lain, apapun alasannya. Gak mungkin juga mengedukasi rakyat ttg HAKI kalau pemerintahnya aja gak paham," tulis Joko Anwar seperti dikutip Kompas.com, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Bawa Film BCU ke Disney+ Hotstar, Joko Anwar Dapat Sambutan dari Kevin Feige

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Joko Anwar belum sempat memberikan tanggapan lanjutan karena sedang sibuk mengerjakan film barunya.

Protes keras juga dilayangkan oleh sutradara sekaligus produser Angga Dwimas Sasongko.

CEO Visinema Pictures ini menyayangkan sikap pejabat negara yang justru tidak mendukung industri kreatif Tanah Air berkembang.

Baca juga: Joko Anwar Bicara Industri Perfilman dan Prosedur Syuting di Masa New Normal

"Sebagian dari link adalah illegal upload karena bukan di-upload oleh kreatornya. 75 tahun merdeka, tapi belum merdeka dari pembajak. Karya anak bangsa gak ada harganya," tulis Angga dalam Twitter-nya.

Tjahjo Kumolo akhirnya menghapus twit deretan rekomendasi film perjuangan yang disebarkannya di Twitter.

Ia juga akhirnya meminta maaf kepada Joko Anwar atas kesalahan dan kekhilafannya.

Baca juga: Akses Netflix Dibuka Telkom, Joko Anwar: Ekosistem Industri Film Semakin Sehat

"Yth Bp Joko Anwar Sutradara Film Perjuangan - sy mendpt kiriman WA koleksi film Perj. tsb - mengingat Hari Kemerdekaan RI - saya berbagi saja kpd Group via Twitts - mohon maaf kalau sy salah dan khilaf - kalau sy hrs membayar krn sy berbagi sy siap semampu saya, dmk Trims," tulisnya.

Tjahjo Kumolo mengaku mendapatkan film-film tersebut dari grup di WhatsApp-nya.

"Saya sudah kirim via twit kepada sutradara. Saya mohon maaf karena saya dapat kiriman saya langsung berbagi saja via twit, tanpa berfikir tentang hak orang lain," kata Tjahjo Kumolo.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X