Jalani Sidang Teleconference, Lucinta Luna Didakwa Pasal Berlapis

Kompas.com - 28/05/2020, 10:45 WIB
Lucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARLucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Lucinta Luna menjalani sidang perdana kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dengan agenda pembacaan dakwaan, Rabu (27/5/2020).

Sidang tersebut digelar secara teleconference, yakni terdakwa Lucinta Luna menjalani sidang dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

Jaksa Asep Hasan Sofyan membacakan isi dakwaan untuk Lucinta Luna yang isinya dengan dua dakwaan berbeda terkait dua butir ekstasi dan 7 butir pil riklona.

Dalam dakwaan yang dibacakan, disebut terdakwa Lucinta Luna datang ke sebuah kelab malam bersama teman-temannya. Di situ Lucinta Luna diberikan tiga jenis ekstasi.

Baca juga: Hari Ini Sidang Perdana Lucinta Luna Digelar secara Telekonferensi

Akhirnya, pada 11 Februari polisi melakukan penggeledahan di kediaman Lucinta Luna dan menemukan ekstasi tersebut.

“Memiliki menyimpan menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan sebagai berikut, bahwa bermula datang dari tempat hiburan malam, dari kawasan Senopati untuk bertemu beberapa temannya. Lalu, ia diberi 3 jenis ekstasi oleh orang yang tidak terdakwa kenali,” kata Asep membacaan dakwaan.

“Setelah mendapat narkoba jenis ekstasi tersebut terdakwa langsung konsumsi. Merasa rasanya tidak enak sehingga hanya konsumsi sedikit dan sisanya dibawa pulang. Kemudian narkotika tersebut dibuang ke bak sampah di kamar apartemen tersebut,” kata Asep melanjutkan.

Selain ekstasi, polisi juga menemukan tujuh butir riklona. Riklona tersebut disimpan dalam kotak bekas bungkus permen.

Baca juga: Berkas Lengkap, Lucinta Luna dan Vitalia Sesha Segera Disidang

Selebihnya, disebut Lucinta Luna mendapatkan riklona tersebut melalui Intan Florencia dengan membelinya seharga Rp 500 ribu. Intan Florence juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

“Psikotropika itu terdakwa dapatkan pada 3 Februari 2020 di Plaza Indonesia," kata Asep.

Atas perbuatan tersebut, Lucinta Luna didakwa dengan pasal berlapis. Pertama didakwa dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Narkotika atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika.

Kedua, Lucinta Luna didakwa atas Pasal 60 ayat (3) Undang-undang Psikotropika atau Pasal 62 UU Psikotropika.

Baca juga: Lucinta Luna Ikuti Kegiatan Menyanyi dan Menari di Rutan Pondok Bambu

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X