Berawal dari Keterpurukan, Hindia Melahirkan Menari dengan Bayangan

Kompas.com - 01/12/2019, 11:38 WIB
Baskara Putra yang tampil bersama .Feast saat perhelatan The Sounds Project, Ssabtu (23/03/2019) di Kuningan City, Jakarta Selatan. Baskara Putra yang tampil bersama .Feast saat perhelatan The Sounds Project, Ssabtu (23/03/2019) di Kuningan City, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi solo Baskara Putra atau lebih dikenal dengan nama panggung Hindia menuturkan cerita di balik penggarapan album perdananya berjudul Menari dengan Bayangan.

Ketika dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Sabtu (30/11/2019), Hindia mengungkap secara garis besar album tersebut menggambarkan pengalaman pribadinya.

"Kurang lebih bisa dibilang awal tahun itu momen yang beratlah buat saya. Banyak cerita-cerita spesifik yang terjadi di hidup saya, yang mendorong sampai mental breakdown itu bisa muncul," kata Hindia.

Setelah berhasil keluar dari keterpurukannya itu, Hindia kembali menata kehidupannya dan menuangkan perasaan menjadi lagu-lagu yang dibungkus dalam album Menari Dengan Bayangan.

"Setelah saya melewati masa ini, masuk proses pemulihan, di proses pemulihan ini baru saya nulis semua lagu di album ini," ujar Hindia.

Baca juga: Hindia Sebut Kunto Aji adalah Sosok di Balik Menari dengan Bayangan

Selain cerita pengalaman pribadinya, Hindia juga banyak menangkap energi yang dari kisah orang-orang di sekelilingnya, yang kemudian menjadi inspirasi Hindia dalam menulis lagu.

Hindia juga menyebut nama Kunto Aji sebagai salah satu inspirasinya bersolo karier dan merilis album perdana.

Hindia mengaku dia merasakan efek terapi ketika mendengar semua lagu dalam album Mantra Mantra.

Baca juga: Hindia: Tanpa Kunto Aji Tidak Ada Album Menari dengan Bayangan

"Yang benar-benar mengubahkan saya adalah ketika mendengarkan dari awal sampai akhir dan melihat proses dan perjalanan musiknya, melihat langsung karya ini didengar berurutan," kata Hindia. 

Album Menari Dengan Bayangan berisi 15 track yang terdiri dari 12 lagu dan tiga interlude. Produksi penggarapannya hanya dilakukan dalam kurung waktu delapan bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X