Agnez Mo Sebut Tak Berdarah Indonesia, Edo Kondologit: Tes DNA Ungkap Orang Indonesia Perpaduan Banyak Bangsa

Kompas.com - 26/11/2019, 17:45 WIB
Edo Kondologit saat ditemui di Studio Karnos Film, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (26/8/2019), KOMPAS.com/IRA GITAEdo Kondologit saat ditemui di Studio Karnos Film, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (26/8/2019),

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan penyanyi Agnez Mo di Amerika menuai kecaman.

Pasalnya, dalam sesi wawancara dengan Build Series by Yahoo, Agnez mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berdarah Indonesia.

Penyanyi yang baru saja merilis lagu "Nanana" ini mengungkapkan bahwa ia hanya lahir di Indonesia. Sedangkan, ia sesungguhnya berdarah Jerman, Jepang, dan China.

Otomatis, publik di tanah air yang hanya melihat secuil dari video wawancara itu menjadi geram.

Sebab, Agnez memang diketahui warga negara Indonesia. Bahkan, merintis karirnya di industri hiburan di tanah air.

Baca juga: Viral Agnez Mo Sebut Tak Berdarah Indonesia, Catherine Wilson: Dia Pasti Punya Alasan

Terkait masalah darah keturunan, penyanyi senior, Edo Kondologit pernah membeberkan hasil uji DNA sejumlah relawan yang merupakan orang Indonesia.

Hasilnya, orang Indonesia ternyata terdiri dari perpaduan genetik dari berbagai bangsa di seluruh dunia. 

"Di acara ini karena kita dicerahkan. Artinya, kita sadar bahwa selama ini kita kan merasa lebih pribumi, 'saya lebih berhak atas tanah Indonesia'. Ternyata kan kita semua ini pendatang. Bahkan saya pun sebenarnya pendatang di Tanah Papua, karena kalau dilihat dari asal usul sejarah," ucap Edo kepada Kompas.com di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

"Hasil berdiskusi dengan Prof Herawati tadi, orang Papua itu baru ada di Papua sekitar 50.000 - 60.000 tahun yang lalu berimigrasi dari Afrika, sementara orang yang ada di Jawa, Kalimantan, Sulawesi segala macam ini kurang lebih 20.000-30.000 tahun yang lalu mereka masuk," tambah Edo.

Baca juga: Dikecam gara-gara Mengaku Tak Berdarah Indonesia, Agnez Mo Bersuara

Dari hasil itu, Edo beranggapan, klaim dengan merasa diri sebagai pribumi asli Indonesia sudah tidak relevan lagi.

Edo mencontohkan, 15 relawan yang di tes DNA-nya dalam penelitian untuk pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X