Presiden Chad Terbunuh di Medan Perang, Oposisi Minta Bantuan Warga Sipil dan Dunia

Kompas.com - 22/04/2021, 12:41 WIB
Presiden Chad Idriss Deby Itno (kiri) pada 3 Mei 2006, saat berbicara kepada media setelah memberikan suaranya di pemilu presiden di ibu kota N'Djamena. AFP PHOTO/ISSOUF SANOGOPresiden Chad Idriss Deby Itno (kiri) pada 3 Mei 2006, saat berbicara kepada media setelah memberikan suaranya di pemilu presiden di ibu kota N'Djamena.

N'DJAMENA, KOMPAS.com - Partai-partai oposisi utama Chad pada Rabu (21/4/2021) mengecam yang mereka sebut kudeta institusional, setelah Presiden Idriss Deby Itno tewas dan digantikan putranya, Mahamat.

Sekitar 30 formasi oposisi menyerukan dimulainya transisi yang dipimpin warga sipil melalui dialog eksklusif, kata partai-partai itu dalam pernyataan yang dikutip AFP.

Mereka juga meminta warga Chad untuk tidak mematuhi keputusan yang tidak sah oleh dewan militer transisi, termasuk penunjukan Mahamat sebagai penerus Deby, jam malam, dan penutupan perbatasan.

Baca juga: Presiden Chad Tewas Saat Perang Lawan Pemberontak

Di antara partai yang menyerukan itu adalah politisi rival abadi Deby, Saleh Kebzabo dan Success Masra salah satu pengkritik terberatnya.

Kelompok oposisi juga memperingatkan bekas kolonial Perancis yang mendukung Deby berkuasa setelah kudeta 1990 di Sahel, untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Chad.

Mereka pun meminta dunia untuk membantu rakyat Chad memulihkan keadaan hukum dan demokrasi.

Anak presiden Chad naik menggantikan ayahnya

Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno (37) putra Presiden Chad Idriss Deby Itno yang tewas saat perang lawan pemberontak, naik jabatan menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin negara.

Kenaikan tersebut dikonfirmasi dalam piagam yang dirilis kepresidenan Chad pada Rabu (21/4/2021).

Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno pada Selasa (20/4/2021) diangkat sebagai pemimpin transisi dewan militer setelah kematian ayahnya.

Baca juga: Presiden Chad Tewas Saat Perang, Anaknya Naik Memimpin Negara

Ia juga akan menduduki fungsi presiden republik, serta menjabat sebagai kepala angkatan bersenjata.

Jenderal Mahamat sebelumnya adalah pengawal ayahnya, sebagai kepala pengawal elite presiden dan sering hadir di sampingnya.

Mahamat Idriss Deby juga mengetuai dewan transisi militer, dewan menteri, dewan serta komite superior pertahanan nasional, menurut piagam tersebut.

Baca juga: Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Global
Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Global
Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Global
Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Global
Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Global
Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Global
Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Global
Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Internasional
Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Global
Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Global
Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Global
3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

Global
Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Global
25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

Global
komentar
Close Ads X