Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 293.740 Orang Sembuh | Nol Kematian Harian di China

Kompas.com - 07/04/2020, 20:48 WIB
Sebuah robot membantu tim medis merawat pasien virus corona di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia. Foto diambil pada 1 April 2020. FLAVIO LO SCALZO/REUTERSSebuah robot membantu tim medis merawat pasien virus corona di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia. Foto diambil pada 1 April 2020.

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya sejak virus corona merebak, China mengumumkan tak ada satu pun warganya yang meninggal akibat Covid-19 pada Selasa (7/4/2020).

Kasus virus corona di Negeri "Tirai Bambu" memang menurun sejak Maret, tapi mereka tetap waspada terhadap gelombang kedua.

Baca juga: Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Lalu kabar baik lainnya, hingga hari ini jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 293.740 di seluruh dunia.

Jumlah pasien sembuh terbanyak ada di China yakni 77.167 dari 81.740 kasus di negara pimpinan Xi Jinping tersebut, menurut data dari Worldometers.

Baca juga: Bisnis Jalan Tol Anjlok, Pemerintah Upayakan Sejumlah Stimulus

Berikut adalah cuplikan 5 kabar baik di tengah wabah corona hari ini:

1. China catatkan nol kematian harian

Komisi Kesehatan Nasional China untuk pertama kalinya sejak Januari tidak mengumumkan satu pun korban meninggal akibat virus corona.

Jika dihitung dalam seminggu terakhir China mencatatkan 13 korban meninggal, yang merupakan penurunan drastis dibandingkan pertengahan Februari hingga Maret.

China kini sedang mewaspadai gelombang kedua virus corona yakni peningkatan kasus impor dengan total hampir 1.000 kasus dilaporkan.

Dilansir AFP Selasa (7/4/2020), dalam 24 jam terakhir Beijing mengonfirmasi 32 kasus baru Covid-19, semuanya adalah kasus impor.

Baca juga: Pertama Kalinya, Angka Kematian Baru Covid-19 di China Nol

2. Vietnam donasi 550.000 masker ke Eropa

Vietnam mendonasikan 550.000 masker ke 5 negara Eropa pada Selasa (7/4/2020) untuk membantu menangani wabah virus corona.

Masker yang terbuat dari bahan antimikroba itu telah diserahkan ke duta besar Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Semuanya duta besar yang berbasis di Hanoi, menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Vietnam.

Baca juga: Kapal Nelayannya Ditenggelamkan, Vietnam Protes kepada China

3. Dua pasien lansia di Korsel sembuh dari donasi plasma

Kabar baik juga datang dari Korea Selatan, dengan 2 pasien lansia Covid-19 yang pulih setelah mendapat donasi plasma darah dari pasien sembuh.

Pasien pertama pria berusia 71 tahun yang mendapat donasi plasma dan steroid dari pasien sembuh berusia 20-an tahun.

Pria lansia itu sempat diberi obat antimalaria dan respirator, tapi tidak ada yang manjur.

Baca juga: Pasien Sembuh Covid-19 di AS Akan Donasi Plasma untuk Penelitian Virus Corona

Kemudian pasien kedua adalah wanita 67 tahun, yang mendapat donasi plasma serta steroid di waktu bersamaan.

Wanita lansia ini sempat diberi obat malaria, obat HIV, dan terapi oksigen, tapi tak satu pun yang sanggup menyembuhkan.

Kabar baik ini langsung dipublikasikan di Journal of Korean Medicine.

Baca juga: Selain AS, Perancis Juga Akan Uji Coba Transfusi Plasma Darah dari Pasien Sembuh Covid-19

4. Jerman rilis aplikasi smartwatch untuk pantau penyebaran Covid-19

Otoritas kesehatan masyarakat Jerman meluncurkan aplikasi smartwatch untuk memantau penyebaran Covid-19 dan menganalisis langkah-langkah yang diperlukan.

Aplikasi ini dibuat dengan menggandeng mitra startup teknologi kesehatan Thryve.

Bernama Corona-Datenspende (Donasi Data Corona), aplikasi ini mengumpulkan tanda-tanda vital dari sukarelawan yang memakai smartwatch atau pelacak kebugaran.

Baca juga: Di Tengah Wabah Covid-19, Pemerintah Jerman Izinkan Azan Berkumandang di Masjid

Data-data yang diambil antara lain denyut nadi, suhu tubuh, dan waktu tidur, untuk menganalisis apakah mereka memiliki gejala virus corona.

Hasil pengumpulan data akan ditampilkan di peta online interaktif yang bisa dilihat otoritas kesehatan serta masyarakat, untuk memantau perkembangan Covid-19 sampai ke tingkat kelurahan.

Baca juga: Sita 200.000 Masker yang Dipesan Jerman, AS Dituduh Lakukan Pembajakan

5. Total pasien sembuh 293.740

Hingga Selasa (7/4/2020) total pasien sembuh Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 293.740. Jumlah ini adalah 21,56 persen dari 1.362.201 kasus yang tercatat.

China memiliki jumlah pasien sembuh tertinggi yakni 77.167, disusul Spanyol (43.208), Jerman (36.081), dan Iran (27.039).

Baca juga: Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Nol Kasus Baru di Wuhan dalam 6 Hari Beruntun

Persentase kesembuhan di China juga yang tertinggi yaitu 94,4 persen, sedangkan Spanyol 30,7 persen, Jerman 34,78 persen, dan Iran 43,2 persen.

Hanya Korea Selatan yang sanggup mendekati presentase kesembuhan China, yakni dengan 6.694 orang dari 10.331 kasus atau 64,79 persen.

Baca tentang

Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X