Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Jokowi Pecat Hakim Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kompas.com - 25/01/2023, 08:32 WIB
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Unggahan di media sosial memuat narasi hoaks bahwa Presiden Joko Widodo memecat Hakim Wahyu Iman Santosa.

Wahyu merupakan ketua majelis hakim kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau J.

Narasi yang beredar

Narasi soal pemecatan Wahyu oleh Presiden Jokowi muncul di Facebook, salah satunya dibagikan oleh akun ini.

Akun tersebut membagikan sebuah video berdurasi 8 menit 26 detik pada 21 Januari 2023 dengan judul:

ANDA JANGAN M4IN2 DENGAN HVKUM HARUS NYA BAR4DA E, DIBEB4SKAN JOK0WI M4R4H LANGSUNG PEC4T H4KIM INI-

Dalam thumbnail video tersebut terdapat gambar Wahyu, Presiden Jokowi, ayah Brigadir J dan salah satu terdakwa dalam kasus tersebut , yakni Bharada E, yang tengah berpelukan dengan kuasa hukumnya.

Kemudian pada thumbnail tersebut terdapat keterangan demikian:

BREAKING NEWS
HARUSNYA BARADA E, DIBEBASKAN JOKOWI MARAH LANGSUNG PECAT HAKIM BODOH INI

Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut bahwa Jokowi memecat hakim ketua sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Wahyu Imam SantosoAkun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut bahwa Jokowi memecat hakim ketua sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Wahyu Imam Santoso

Penelusuran Kompas.com

Setelah ditelusuri, beberapa klip dalam video itu tidak terkait dengan narasi pemecatan Hakim Wahyu Iman Santosa.

Sebagian besar klip menampilkan soal ketidakpuasan sejumlah pihak atas tuntutan 12 tahun penjara terhadap Bharada E.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CEK FAKTA: Tidak Benar Penampakan Chicago dari Seberang Danau Jadi Bukti Bumi Datar

CEK FAKTA: Tidak Benar Penampakan Chicago dari Seberang Danau Jadi Bukti Bumi Datar

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredarnya Satire yang Sebut Google Rilis Alat Pelacak G-Spot

INFOGRAFIK: Beredarnya Satire yang Sebut Google Rilis Alat Pelacak G-Spot

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hati-hati, Ada Penipuan APK Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

INFOGRAFIK: Hati-hati, Ada Penipuan APK Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Belum Ada Koalisi PKB-Nasdem-Demokrat-PKS untuk Usung Anies Baswedan

[KLARIFIKASI] Belum Ada Koalisi PKB-Nasdem-Demokrat-PKS untuk Usung Anies Baswedan

Hoaks atau Fakta
Tidak Ada Larangan Kata Mumi di Museum British

Tidak Ada Larangan Kata Mumi di Museum British

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Hakim dan Jaksa Kasus Pembunuhan Brigadir J Ditangkap KPK

[HOAKS] Hakim dan Jaksa Kasus Pembunuhan Brigadir J Ditangkap KPK

Hoaks atau Fakta
Dari Plaza de Mayo ke Seberang Istana, Solidaritas Korban Pelanggaran HAM

Dari Plaza de Mayo ke Seberang Istana, Solidaritas Korban Pelanggaran HAM

Sejarah dan Fakta
Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Identifikasi Informasi

Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Identifikasi Informasi

Data dan Fakta
Kesadaran soal Pelindungan Data Pribadi Perlu Ditingkatkan

Kesadaran soal Pelindungan Data Pribadi Perlu Ditingkatkan

Data dan Fakta
Bagaimana Perilaku Masyarakat dalam Menggunakan Media Sosial?

Bagaimana Perilaku Masyarakat dalam Menggunakan Media Sosial?

Data dan Fakta
Benarkah PBB Umumkan Omicron XBB Lima Kali Lebih Mematikan?

Benarkah PBB Umumkan Omicron XBB Lima Kali Lebih Mematikan?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Perang Indonesia dan Australia di Wilayah Timur

[HOAKS] Perang Indonesia dan Australia di Wilayah Timur

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Dua Jenderal yang Membekingi Ferdy Sambo Ditangkap

[HOAKS] Dua Jenderal yang Membekingi Ferdy Sambo Ditangkap

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Penculikan Anak di Jawa Barat

[HOAKS] Video Penculikan Anak di Jawa Barat

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Konten Disinformasi Sebut Telur Sebabkan Pembekuan Darah

INFOGRAFIK: Konten Disinformasi Sebut Telur Sebabkan Pembekuan Darah

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.