3 Musibah di Balik Kesuksesan Sang Juara Dunia Kento Momota

Kompas.com - 08/03/2021, 18:20 WIB
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota saat berhadapan dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21. AFP / THEODORE LIMPebulu tangkis Jepang Kento Momota saat berhadapan dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra asal Jepang, Kento Momota. menjadi salah satu pemain bintang di olahraga tepok bulu saat ini. 

Serangkaian rekor dan prestasi telah dicapai tunggal putra peringkat satu dunia tersebut.

Salah satu pencapaian Kento Momota, yakni mendapat sertifikat dari Guinness World Records setelah memecahkan rekor pada 2019 lalu.

Kento Momota masuk dalam buku rekor dunia usai memenangi 11 gelar sepanjang musim 2019.

11 titel itu adalah German Open, All England, Singapore Open, Kejuaraan Asia, Japan Open, Kejuaraan Dunia, China Open (Super 750), Korea Open, Denmark Open, China Open (Super 1000), dan BWF World Tour Finals.

Baca juga: Drawing All England, Kento Momota Berpeluang Hadapi Anthony Ginting di Semifinal

Pencapaian Kento Momota itu sukses menggeser legenda tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, yang sebelumnya memegang rekor tersebut.

Lee Chong Wei mampu memenangi 10 titel dalam satu musim pada tahun 2010.

Kendati demikian, perjalanan karier Kento Momota tak selalu mulus. Sebaliknya, ia justru kerap mendapat musibah.

Gempa Bumi dan Tsunami Jepang 2011

Salah satu musibah yang membayangi kesuksesan Kento Momota adalah bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menghantam Jepang, tepatnya di Fukushima, pada 11 Maret 2011 lalu.

Kento Momota yang kala itu berusia 16 tahun sedang berada di Indonesia untuk mengikuti turnamen level junior.

Halaman:

Sumber BWF
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X