Pulih dari Cedera Penglihatan, Kento Momota Siap Hadapi Olimpiade Tokyo

Kompas.com - 27/06/2020, 22:10 WIB
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota melakukan selebrasi saat menghadapi pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). AFP / THEODORE LIMPebulu tangkis Jepang Kento Momota melakukan selebrasi saat menghadapi pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019).

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Jepang, Kento Momota, mengklaim telah sepenuhnya pulih dari cedera penglihatan yang didapat dari insiden kecelakaan.

Kento Momota kini tengah mempersiapkan diri agar bisa berlaga pada Olimpiade Tokyo demi mendapatkan medali emas.

Pebulu tangkis tunggal nomor satu dunia itu menyatakan kondisinya sudah membaik seiring dengan latihan yang dijalaninya.

"Saya bisa melihat tanpa ada masalah ketika saya bermain," kata Momota dilansir BolaSport.com dari Times of India.

Baca juga: Viktor Axelsen Akui Kento Momota sebagai Pebulu Tangkis Terbaik Dunia Saat Ini

Momota mengalami kecelakaan di Malaysia pada Februari lalu seusai memenangkan Malaysia Masters 2020.

Saat berkendara pulang ke arah bandara Kuala Lumpur, insiden terjadi yang mengakibatkan sopir tewas.

Sementara itu, Momota harus menjalani operasi pada bagian mata, namun telah melewati masa sulit tersebut untuk menatap laga penting selanjutnya.

"Saya sudah bisa 100 persen dalam latihan. Saya ingin memberikan yang terbaik pada setiap harinya demi tujuan memenangkan medali emas Olimpiade," ujar Momota.

Olimpiade Tokyo mengalami penundaan dari jadwal semestinya, pandemi Covid-19 memaksa panitia harus menunda satu tahun dan akan dimulai pada 23 Juli 2021.

Pebulu tangkis berusia 25 tahun yakin kali ini tidak akan melewatkan Olimpiade, walaupun ada rasa sedikit kecewa karena penundaan yang terjadi.

Selain itu, dari latihan yang keras dijalaninya usai operasi tidak ingin dijadikan sebagai alasan untuk mundur dari pesta bergengsi lintas olahraga tersebut.

"Saya hanya punya waktu enam bulan setelah operasi. Saya tidak punya waktu untuk bersantai. Saya berusaha memberikan yang usaha yang terbaik setiap harinya," ucapnya.

Baca juga: Sisa Turnamen BWF Tahun 2020 Dinilai Penting untuk Menambah Jam Terbang Pemain

"Saya tidak ingin membuat alasan tidak bisa melakukan yang terbaik karena kejadian ini kejadian itu," ucap Momota.

"Saya kira saya bisa meningkatkan teknik saya. Saya ingin memoles keterampilan menyerang saya," tutur dia. (Muhamad Husein)


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X