PBSI: Indonesia Open 2020 Bisa Diundur ke September

Kompas.com - 22/03/2020, 09:20 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menerima piala dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGanda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menerima piala dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16.

KOMPAS.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) belum yakin turnamen Indonesia Open 2020 akan digelar sesuai jadwal.

Indonesia Open 2020 bakal berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juni mendatang.

Namun, melihat kondisi Jakarta yang semakin mengkhawatirkan karena wabah virus corona, PBSI mempertimbangkan Indonesia Open 2020 diundur ke September.

Baca juga: Piala Thomas dan Uber 2020 Resmi Ditunda, PBSI: Opsi yang Tepat

"Rasanya sih berat, maka kami sedang mencoba untuk bicara dengan pihak terkait dan stakeholders untuk memastikan (penyelenggaraan Indonesia Open 2020)," ucap Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, dikutip dari Antaranews.

"Kalau saya sendiri cenderung ingin menggeser Indonesia Open dan Indonesia Masters Super 100 nanti pada September," katanya melanjutkan.

PBSI patut menyiapkan segala skenario terkait penyelenggaran Indonesia Open 2020.

Sebab, Federasi Bulu Tangkis Denmark dan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) baru-baru ini mengonfirmasi telah memundurkan jadwal Piala Thomas dan Uber 2020.

Piala Thomas dan Uber yang semula dijadwalkan pada 16-24 Mei 2020, diundur menjadi 15-23 Agustus 2020.

Baca juga: PBSI Terapkan Social Distancing bagi Tim All England 2020

Penundaan Indonesia Open bukanlah keputusan yang mudah.

Pasalnya, PBSI juga harus mendapatkan izin dari BWF.

Melihat eskalasi virus corona di Indonesia yang semakin meningkat, di sisi lain, Achmad Budiharto berharap tidak ada pembatalan pada turnamen level Super 1.000 tersebut.

Komunikasi dengan pihak terkait termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus dilakukan untuk arahan dan izin penyelenggaraan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X