Bagaimana Nasib Indonesia Open 2020 di Tengah Maraknya Virus Corona?

Kompas.com - 03/03/2020, 06:00 WIB
Ganda Putra Indonesia, Markus Gideon - Kevin Sukamuljo bertanding melawan ganda putra China, Li Jun Hui - Liu Yu Chen pada pertandingan semifinal BliBli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Gideon - Sukamuljo melaju ke final setelah menang 21-9, 21-15. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGanda Putra Indonesia, Markus Gideon - Kevin Sukamuljo bertanding melawan ganda putra China, Li Jun Hui - Liu Yu Chen pada pertandingan semifinal BliBli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Gideon - Sukamuljo melaju ke final setelah menang 21-9, 21-15.

KOMPAS.com - Virus Corona dikabarkan telah masuk ke Indonesia setelah ditemukannya dua orang yang terjangkit virus asal China itu.

Keadaan tersebut dikhawatirkan berdampak pada kejuaraan bulu tangkis Indonesia Open 2020 yang akan dihelat di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juni 2020.

Menanggapi situasi ini, Achmad Budiharto, selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI, mengungkapkan kewaspadaannya.

"Kita harus tetap waspada. Saat ini pelaksanaan tinggal tiga bulan lagi. Seharusnya persiapan sudah harus dilakukan." ucap Budiharto yang dikutip dari Antara.

Baca juga: Akibat Virus Corona, MotoGP Thailand Resmi Ditunda

Tidak berhenti di situ, dia pun berharap maraknya virus corona tidak berakibat pada pembatalan kejuaraan bulu tangkis level 1000 itu.

Namun, dia sadar akan perlunya tenaga ekstra untuk menjamin keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, sejumlah pebulu tangkis terbaik dunia akan tampil dan menghibur seluruh pencinta bulu tangkis Tanah Air.

"Karena apapun yang seharusnya menjadi agenda, kami harus menjaga keselamatan dan kesehatan pemain serta ofisial," ujar Budiharto.

"Saya berharap semoga Indonesia Open bisa berjalan sesuai jadwal tanpa kendala," tutur dia menambahkan.

Baca juga: Virus Corona Ancam Olimpiade 2020, Indonesia Beri Dukungan ke Jepang

Kemudian, sebagai tindak lanjut, PBSI selaku induk olahraga bulu tangkis Tanah Air langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Tidak hanya Kemenpora, PBSI juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) supaya bisa memberikan izin dan perlindungan pelaksanaan Indonesia Open 2020.

"Hari ini kami mengirim surat ke pemerintah, dalam hal ini Kemenpora untuk meminta arahan dan jaminan izin agar Indonesia Open tetap bisa berjalan sesuai jadwal," tutur Budiharto menjelaskan.

Dia juga menegaskan, jaminan perlindungan tidak hanya difokuskan untuk atlet dan ofisial yang terlibat.

Budiharto juga memastikan untuk melindungi para pencinta bulu tangkis Tanah Air yang ingin menyaksikan langsung wakil Indonesia bertanding.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X