Kento Momota, Ancaman Serius Indonesia di Piala Thomas 2020

Kompas.com - 01/03/2020, 16:20 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota merayakan kemenangan dalam laga babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-14 21-15. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota merayakan kemenangan dalam laga babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-14 21-15.

KOMPAS.com - Perjuangan Indonesia untuk memenangi Piala Thomas 2020 mendapat tantangan serius dari Jepang.

Tantangan tersebut semakin berat dengan kabar kembalinya Kento Momota dari cedera.

Tunggal putra nomor satu asal Jepang itu sempat terlibat dalam kecelakaan yang menelan korban jiwa usai menjuarai Malaysia Masters 2020 pada 13 Januari silam.

Mobil yang ditumpangi Kento Momota mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju ke bandara.

Baca juga: Keyakinan Berbeda PBSI untuk Tim Putra dan Putri pada Piala Thomas-Uber

Akibat kecelakaan itu, Momota mendapat cedera cukup parah di bagian wajah.

Tulang di bagian dasar rongga matanya retak dan membuat Momota mengalami gangguan penglihatan.

Momota sudah naik ke meja operasi pada 8 Februari silam dan proses pemulihan kabarnya memakan waktu hingga tiga bulan.

Momota diprediksi baru kembali pada Juni serta melewatkan turnamen penting seperti All England Open 2020 dan Piala Thomas 2020.

Namun begitu, Momota justru menunjukkan proses pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan.

Baca juga: Daftar Peserta Piala Thomas dan Piala Uber 2020, Tim Putra dan Putri Indonesia Lolos

Dilansir dari The Star, Momota dikabarkan sudah kembali bergabung dalam pemusatan latihan dengan tim nasional pada 29 Februari 2020.

Dengan dua setengah bulan tersisa menuju Piala Thomas 2020, Momota diyakini bisa kembali ke kondisi terbaiknya dalam kejuaraan beregu dunia tersebut.

Hadirnya Momota tentu saja menjadi ancaman bagi negara lainnya. Pasalnya, Momota menjadi kepingan penting bagi tim putra Jepang.

Momota bisa menjadi andalan Jepang untuk mendulang poin selain dari dua pasangan ganda putra, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Baca juga: Usai Juara Kejuaraan Beregu Asia 2020, Indonesia Ditarget Raih Trofi Piala Thomas

Melihat dari rekor head-to-head, Kento Momota bisa menjadi momok bagi tim putra Indonesia apabila berhadapan dengan Jepang.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang menjadi amunisi utama Indonesia masih kesulitan untuk mengalahkan Momota.

Jonatan baru bisa menang satu kali dari lima pertandingan menghadapi Momota.

Adapun Anthony yang merupakan pemain tunggal putra pertama Indonesia memiliki rekor 4 kemenangan dan 7 kekalahan dari Momota.

Untungnya, tim putra Indonesia masih memiliki kans untuk merebut poin dari partai lain karena karena kekuatan yang hampir merata di sektor tunggal dan ganda.

Baca juga: Gagal ke Semifinal Kejuaraan Beregu Asia, Tempat TIm Putri Indonesia di Piala Thomas dan Uber Terancam

Indonesia juga memiliki dua pasangan terbaik di dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Indonesia dan Jepang berpotensi baru saling berhadapan pada fase gugur Piala Thomas 2020 karena sama-sama memegang status tim unggulan.

Sementara Jepang merupakan finalis Piala Thomas 2018, Indonesia lolos ke putaran final sebagai kampiun Kejuaraan Beregu Asia 2020.

Piala Thomas 2020 akan berlangsung pada 16-24 Mei di Aarhus, Denmark. (Ardhianto Wahyu Indraputra).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X