Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Elektrolaring, Alat Penghasil Suara saat Pita Suara Rusak

Kompas.com - 03/11/2019, 09:06 WIB
Nur Rohmi Aida,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Video bapak-bapak dengan tenggorokan berlubang menyebar di aplikasi berbagi pesan Whatsapp.

Dalam video yang beredar, disebut bapak tersebut menderita kanker tenggorokan akibat kecanduan rokok.

Saat berbicara, bapak tersebut terlihat harus mendekatkan sebuah alat ke arah tenggorokannya.

“Namanya penyakit ini gara-gara rokok,” ujar laki- laki dalam video tersebut dengan suara yang sekilas terdengar seperti robot.

Kompas.com pada Sabtu (2/11/2019) menghubungi dr. Fikry Yasin, Sp. THT-KL (K) dari RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ia menilai penyebab bapak tersebut kehilangan suaranya adalah karena organ pita suaranya sudah diangkat dalam prosedur operasi.

Adapun alat yang digunakan bapak dalam video tersebut menurut Fikry merupakan alat yang disebut dengan elektrolaring.

“Elektrolaring digunakan pada pasien pasca laringektomi (operasi pengangkatan organ laring/pita suara),” ujarnya.

Bagaimana Elektrolaring bekerja?

Fikry menjelaskan, elektrolaring merupakan alat yang dibuat menggunakan sebuah selenoid.

Selanjutnya, selenoid tersebut kemudian menghasilkan getaran.

“Getaran dari solenoid akan di resonansikan pada leher penderita tuna laring dengan cara menempelkannya pada leher pengguna,” paparnya.

Getaran yang diresonansikan pada leher bertujuan untuk menggantikan fungsi laring.

Ia juga menjelaskan, dari hasil pengujian, elektrolaring dapat menggerakkan solenoid dan menghasilkan getaran dengan frekuensi yang dihasilkan adalah 10.1 Hz – 69.4 Hz.

Elektrolaring, termasuk alat yang berharga mahal. Fikry menyampaikan harga alat tersebut adalah berkisar Rp 10 juta.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kronologi Fortuner Polda Jabar Picu Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ, Diselesaikan secara Kekeluargaan

Kronologi Fortuner Polda Jabar Picu Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ, Diselesaikan secara Kekeluargaan

Tren
Tabrakan KA Pandalungan Vs Mobil Terjadi di Pasuruan, 3 Orang Meninggal Dunia

Tabrakan KA Pandalungan Vs Mobil Terjadi di Pasuruan, 3 Orang Meninggal Dunia

Tren
Kisah Pemuda China, Rela Hidup Hemat demi Pacar tapi Berakhir Tragis

Kisah Pemuda China, Rela Hidup Hemat demi Pacar tapi Berakhir Tragis

Tren
6 Alasan Mengapa Anjing Peliharaan Menatap Pemiliknya, Apa Saja?

6 Alasan Mengapa Anjing Peliharaan Menatap Pemiliknya, Apa Saja?

Tren
Pacitan Diguncang Gempa M 5,0 Selasa Pagi, Ini Wilayah yang Merasakannya

Pacitan Diguncang Gempa M 5,0 Selasa Pagi, Ini Wilayah yang Merasakannya

Tren
Analisis Gempa Pacitan M 5,0 Selasa Pagi, Disebabkan Deformasi Batuan di Lempeng Indo-Australia

Analisis Gempa Pacitan M 5,0 Selasa Pagi, Disebabkan Deformasi Batuan di Lempeng Indo-Australia

Tren
Peneliti Ungkap Suara Makhluk Hidup Terbesar di Dunia yang Sudah Berumur 12.000 Tahun

Peneliti Ungkap Suara Makhluk Hidup Terbesar di Dunia yang Sudah Berumur 12.000 Tahun

Tren
Gempa M 5,0 Guncang Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,0 Guncang Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami

Tren
6 Cara Intermittent Fasting, Metode Diet Isa Bajaj yang Berhasil Turun Berat Badan 12 Kg

6 Cara Intermittent Fasting, Metode Diet Isa Bajaj yang Berhasil Turun Berat Badan 12 Kg

Tren
Sidang SYL: Beli Kado dan Renovasi Rumah Pribadi dari Uang Kementan

Sidang SYL: Beli Kado dan Renovasi Rumah Pribadi dari Uang Kementan

Tren
Rincian Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2024, STAN Terbanyak

Rincian Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2024, STAN Terbanyak

Tren
Pertandingan Indonesia Vs Guinea Disiarkan di RCTI, Kick Off 20.00 WIB

Pertandingan Indonesia Vs Guinea Disiarkan di RCTI, Kick Off 20.00 WIB

Tren
Berawal dari Cabut Gigi, Perempuan Ini Alami Infeksi Mulut hingga Meninggal Dunia

Berawal dari Cabut Gigi, Perempuan Ini Alami Infeksi Mulut hingga Meninggal Dunia

Tren
Ramai soal Kepribadian Kucing Ditentukan oleh Warna Bulunya, Pakar: Tidak Selalu Kucing 'Oren' Barbar

Ramai soal Kepribadian Kucing Ditentukan oleh Warna Bulunya, Pakar: Tidak Selalu Kucing "Oren" Barbar

Tren
8 Suplemen untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

8 Suplemen untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com