Kompas.com - 10/04/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi hoaks. KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah informasi yang menyebut vaksin Covid-19 untuk ibu menyusui berbahaya bagi anak, beredar di media sosial.

Dalam narasi itu, disebutkan juga jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Adalah akun George M Nasif yang mengunggah narasi itu pada 14 Maret 2021.

Berikut isi unggahan selengkapnya:

People beware. Do not take the vaccine under any circumstances if you want to have children in the future. It renders men and women sterile. If you are a nursing mother your baby can get serious side affects. Pay attention or pay in pain. Trust God and lose the fear.

This is serious deep state agenda population control. 6402 people over 50 died from the Moderna vaxx in February alone. Wake up!

Terjemah:

Hati-hati. Jangan mau disuntik vaksin dalam keadaan apa pun jika Anda ingin memiliki anak di masa depan. Vaksin membuat pria dan wanita menjadi mandul. Jika Anda seorang ibu menyusui, bayi Anda dapat mengalami efek samping yang serius. Percayalah pada Tuhan dan hilangkan rasa takut.

Ini adalah agenda pengendalian populasi negara yang serius. 6402 orang dengan usia di atas 50 tahun meninggal dunia setelah menerima vaksin Moderna pada Februari.

Tangkapan layar unggahan hoaks di Facebook yang berisi vaksin Covid-19 untuk ibu menyusui berbahaya bagi anak Tangkapan layar unggahan hoaks di Facebook yang berisi vaksin Covid-19 untuk ibu menyusui berbahaya bagi anak

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X