Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Ruam Kulit Bisa Muncul pada Pasien Covid-19?

Kompas.com - 25/12/2020, 15:59 WIB
Retia Kartika Dewi,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Artis Dewi Perssik membagikan fotonya yang memperlihatkan kulitnya mengalami ruam kemerahan.

Dewi mengatakan, kondisi ini dialaminya setelah dinyatakan positif Covid-19.

Ia mengunggah foto tersebut melalui akun Instagram miliknya @dewiperssikreal pada Kamis, (24/12/2020).

"Jadi timbul kemerahan ini adalah salah satu yg timbul dari mereka yg terkena covid sekitar 20 persen. Nah ini jadi bahan renungan buat kita semua dan teguran buatku juga untuk menggugurkan dosa2ku, dan bahwa covid itu nyata," tulis Dewi Perssik dalam unggahannya.

Bagaimana ruam kulit bisa muncul pada pasien Covid-19?

Dilansir dari ABC, 23 Juli 2020, Ketua Departemen Dermatologi di Howard University, Ginette Okoye, mengatakan, mereka menemukan perubahan warna ungu kemerahan pada jari kaki dan disertai pembengkakan dan rasa nyeri pada pasien Covid-19.

Menurut dia, kondisi ini mirip seperti gejala virus lainnya. Muncul ruam pada jari kaki pasien Covid-19 terjadi karena pembuluh darah yang meradang.

Munculnya ruam pada jari kaki tidak selalu merupakan kondisi yang mengkhawatirkan.

Menurut Okoye, hal itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh pasien tersebut sedang meningkatkan respons kekebalan tubuh yang baik terhadap virus SARS-CoV-2.

Ia menyebutkan, ruam pada jari kaki ini cenderung terjadi pada pasien dengan gejala Covid-19 ringan.

Sementara itu, Web MD, 2 November 2020, menuliskan, peneliti utama Covid-19 dari Dermatology Registry, Dr Esther Freeman, mengungkapkan, jari kaki dan ruam kulit pada pasien Covid-19 adalah tanda-tanda peradangan.

"Beberapa pasien mengelami peradangan jangka panjang yang dipicu oleh virus," ujar Freeman.

Baca juga: Dialami Dewi Perssik, Apa yang Perlu Diketahui soal Ruam Kulit pada Pasien Covid-19?

"Kami belum benar-benar mengerti mengapa atau bagaimana hal ini terjadi, tetapi munculnya di kulit menjadi hal yang penting, karena ini bisa menjadi jalan masuk soal apa yang terjadi dengan bagian tubuh lainnya," lanjut dia.

Freeman menduga, masalah kulit ini adalah tanda respons sistem kekebalan terhadap virus.

Ia menyebutkan, ruam itu rata-rata berlangsung selama 4 hari atau 7 hari jika ruam tersebut termasuk jenis ruam morbilliform.

Durasi maksimal seseorang mengalami ruam yakni 28 hari.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com