Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Satu Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, Ini Penjelasan Kepolisian

Kompas.com - 22/12/2019, 14:31 WIB

KOMPAS.com - Sebuah narasi yang menyebutkan satu keluarga diusir oleh petugas kepolisian di Surabaya, Jawa Timur saat sedang berteduh di pos pengamanan (pospam) polisi viral di media sosial Facebook pada Sabtu (21/12/2019).

Unggahan tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Kojin Tok.

Hingga Minggu (22/12/2019) pukul 13.00 WIB, unggahan tersebut sudah dikomentari sebanyak 2,2 ribu kali dan dibagikan sebanyak 6,5 ribu kali.

Dalam unggahannya, Kojin Tok menuliskan sebagai berikut:

"Numpang tanya lor, tadi sy d perjalanan kena hujan, sedang kan ank sy msh kecil, tpi d pos penjagaan sini ada polisi sy d srh masuk karna ada anak sy yg msh kecil, trs polisi itu pergi, stlh agak lama, ada polisi ini datang bawa mobil patroli. Dan sy lngsng d usir suruh pergi dlm keadaan hujan, ank sy msh kecil. apakah itu pantas kah seorng polisi kyk gitu. Kata nya mengayomi dan melindungi masyarakat. Posisi, d depan BG junctian. Bubutan sby".

Baca juga: Viral Pengawal Ambulans Ditilang Polisi, Bagaimana Aturannya?

Tangkapan layar dari sebuah unggahan yang menyebutkan bahwa terdapat satu anggota keluarga diusir saat berteduh di Pos Penagamanan Polisi di Surabaya pada Sabtu (21/12/2019).Facebook/Kojin Tok Tangkapan layar dari sebuah unggahan yang menyebutkan bahwa terdapat satu anggota keluarga diusir saat berteduh di Pos Penagamanan Polisi di Surabaya pada Sabtu (21/12/2019).

Penelusuran Kompas.com

Mengonfirmasi hal tersebut, Kompas.com menghubungi Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya Ipda Umam.

Ia mengatakan, narasi yang menyebutkan terdapat anggota polisi yang mengusir satu keluarga ketika sedang berteduh tersebut tidaklah benar.

Namun, ia membenarkan bahwa ada dua anggota polisi yang mendatangi pos pengamanan (pospam) tersebut.

"Itu lokasinya di pos pengamanan BG Junction wilayah Polsek Bubutan, dan terjadi kemarin Sabtu," kata Umam saat dihubungi Kompas.com (22/12/2019).

Kedua anggota itu imbuhnya, datang ke pos PAM tersebut tidak berniat mengusir keluarga yang sedang berteduh itu, melainkan untuk memperbaiki atap yang bocor.

Baca juga: Mengapa Aksi Teror Sering Ditujukan ke Polisi?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Per Satu Akun 'Base' Twitter Berguguran Seiring Dihapusnya API Gratis

Satu Per Satu Akun "Base" Twitter Berguguran Seiring Dihapusnya API Gratis

Tren
Viral, Video Oknum Debt Collector Setop Pengendara Motor hingga Menangis di Bandung, Polisi: Bisa Dilaporkan Pidana

Viral, Video Oknum Debt Collector Setop Pengendara Motor hingga Menangis di Bandung, Polisi: Bisa Dilaporkan Pidana

Tren
Ramai soal Childfree, Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Ramai soal Childfree, Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Tren
Bahas Podcast: Perbedaan Audio Interface dan Mixer

Bahas Podcast: Perbedaan Audio Interface dan Mixer

Tren
Bagaimana Cara Kerja WiFi?

Bagaimana Cara Kerja WiFi?

Tren
Diprotes Pengemudi Ojek Online di DKI, Apa Itu ERP?

Diprotes Pengemudi Ojek Online di DKI, Apa Itu ERP?

Tren
Cerita Bocah 7 Tahun Lindungi Adiknya dari Puing-puing Bangunan akibat Gempa di Suriah

Cerita Bocah 7 Tahun Lindungi Adiknya dari Puing-puing Bangunan akibat Gempa di Suriah

Tren
Hujan Abu Landa 3 Desa di Boyolali, Ini Update Kondisi Gunung Merapi Hari Ini

Hujan Abu Landa 3 Desa di Boyolali, Ini Update Kondisi Gunung Merapi Hari Ini

Tren
Viral, Video Pengendara Motor Baca Doa Dicegat Polantas, Dikira Ditilang Ternyata Diberi Bingkisan

Viral, Video Pengendara Motor Baca Doa Dicegat Polantas, Dikira Ditilang Ternyata Diberi Bingkisan

Tren
Gempa M 5,4 Guncang Jayapura, Bangunan Rusak hingga 4 Orang Meninggal

Gempa M 5,4 Guncang Jayapura, Bangunan Rusak hingga 4 Orang Meninggal

Tren
Ramai soal Perilaku Aneh Burung dan Anjing Sebelum Gempa Turkiye, Bisakah Jadi Prediksi Akan Terjadi Gempa?

Ramai soal Perilaku Aneh Burung dan Anjing Sebelum Gempa Turkiye, Bisakah Jadi Prediksi Akan Terjadi Gempa?

Tren
Hari Pers Nasional, Mungkinkah Pekerja Media Akan Tergantikan oleh AI?

Hari Pers Nasional, Mungkinkah Pekerja Media Akan Tergantikan oleh AI?

Tren
Tagih Utang Justru Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Ini Tips Menagih Sesuai Hukum

Tagih Utang Justru Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Ini Tips Menagih Sesuai Hukum

Tren
Analisis Gempa M 5,4 yang Guncang Jayapura pada Hari Ini

Analisis Gempa M 5,4 yang Guncang Jayapura pada Hari Ini

Tren
Arkeolog Jepang Temukan Pedang di Makam Kuno Berusia 1.600 Tahun

Arkeolog Jepang Temukan Pedang di Makam Kuno Berusia 1.600 Tahun

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+