Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Polah, Masalah, dan Hikmah

Sebuah respon wajar, yang juga menunjukkan bahwa netizen secara tidak langsung telah memiliki edukasi yang semakin baik, plus semakin pantas melakukan kontrol sosial. Gelombang respons ini, sejatinya menunjukkan bahwa ada sebuah proses pembangunan yang "tidak baik-baik" saja, dan memerlukan perhatian khusus.

Respon netizen terkait kasus ini memang cenderung emosional, spontan, dan terkadang berpontensi mengarah pada perundungan yang berlebihan.

Sebuah kesalahan perilaku sejatinya tidak untuk dihujat terus menerus sambil memuaskan nasfu bullying. Sejatinya hal itu dijadikan hikmah pembelajaran dan untaian kebijaksanaan. Masyarakat belajar untuk bersabar, dan sekaligus terus belajar untuk berperan sebagai kontrol sosial dan auditor moral.

Pemerintah bersabar untuk menata langkah perbaikan dan penyempurnaan, serta menyingkirkan sekecil apapun hal-hal yang bisa melukai nurani rakyat. Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, sehingga perjalanan hidupnya penuh dengan ujian yang menghasilkan silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan.

Setiap kegagalan/kesalahan yang merugikan orang lain, tentu memerlukan perlakuan khusus untuk menghasilkan efek jera. Sebuah "kesalahan" yang tidak mendapat perhatian yang proporsional, berpontensi menjadi "kebenaran semu" dan "kewajaran baru".

Maka, langkah selanjutnya, tentu bagaimana masyarakat bersinergi mengambil hikmah, dan memastikan tidak terjatuh lagi ke lubang yang sama.

Kepekaan terhadap Masalah Sosial

James Crone (2007) melalui buku How Can We Solve our Social Problem menegaskan bahwa sebuah masalah sosial terjadi ketika publik secara subyektif mempersepsi dan memiliki bukti empirik untuk menunjukkan bahwa sebuah situasi sosial yang terbangun dari kombinasi cakupan loka, sosial, dan global memengaruhi permasalahan individu.

Definisi ini sejalan dengan semangat pembangunan sosial, yaitu bahwa proses pembangunan seyogianya adalah pembangunan sikap positif, akhlak yang baik dan perilaku produktif. Maka, analisa proporsional terhadap ragam masalah personal dan masalah sosial yang terjadi, perlu terus dilakukan secara berkesinambungan dengan pelibatan stakeholder yang luas.

Sebagai contoh, diperlukan atensi khusus terhadap ragam perilaku yang menggedor nurani masyarakat sebagai mitra pembangunan. Perhatikan, adakah masalah perilaku yang cenderung menyelisihi amanah dan yang berujung pada kekerasan ini terus berulang?

Jika iya, masyarakat dan negara perlu menaggapi hal itu sebagai isu publik (public issue), bukan sekedar masalah pribadi (personal troubles).

Maknanya, jika terjadi berulang, berarti dibutuhkan perhatian khusus untuk menanganinya. Sebuah kasus sampai menimbulkan reaksi publik dan menimbulkan ketidakpercayaan, berarti dibutuhkan upaya tertentu untuk memastikan agar hal ini tidak mengganggu jalannya pembangunan.

Kisah Pembangunan

Secara sederhana pembangunan dapat didefinisikan seagai suatu "perubahan yang direncanakan (planned change)". Sejak Perang Dunia II selesai, filosofi pembangunan bangsa-bangsa di dunia mengacu kepada filosofi pertumbuhan (growth).

Pembangunan diukur secara finansial dan material, seperti kepemilikan harta, pertumbuhan ekonomi, daya beli dan lain-lain. Secara peradaban, manusia di dunia tidak mengalami kemajuan (Wirutomo, 2022), terutama dalam insting dasarnya (kerakusan, agresivitas, kekerasan).

Hal itu mudah dilihat pada kehidupan keseharian kita, di mana isi berita di media masa, didominasi oleh praktik-praktik kekerasan, perundungan, penculikan, pencurian, agresivitas dan lain sebagainya. Jika hal ini sudah menggejala secar menyuluruh dan hampir terjadi setiap hari, mungkinkah ini disebut masalah personal (personal troubles)? Tentu tidak.

Secara umum, hal ini dapat dikatakan sebagai pengaruh tidak langsung dari pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan (Wirutomo, 2022). Sejatinya, hal yang perlu dikritisi adalah bukan menyalahkan pembangunan ekonomi, namun justru pada ideologinya. Ideologi pembangunan saat ini berorientasi pada pertumbuhan, khususnya ekonomi, bukan berorientasi pada kualitas kehidupan sosia budaya masyarakat (Wirutomo, 2022).

Maknanya, ketika filosofi ini terus dipegang kuat tanpa analisa memadai, yang terjadi adalah upaya menimbun aset yang mencirikan kesejahteraan. Warga dikonstruksi untuk menghayati bahwa sukses adalah ketika berharta banyak.

Indikator kesejahteraan seakan hanya menilai daya beli dan luput untuk menjadi perilaku beretika dan bermoral sebagai keberhasilan pembangunan. Khilaf untuk mengapresiasi bahwa aparat jujur, beretika dan amanah adalah buah pendidikan karakter yang berkesinambungan sebagai luaran proses pembagunan.

Terlalu Fokus pada Pertumbuhan

Buku The Good Life Beyond Growth (Thompson, 2019) menegaskan bahwa kehidupan yang baik melampaui pertumbuhan tidak hanya mungkin, tetapi juga sangat diinginkan. Ini mengkonseptualisasikan "kehidupan yang baik" sebagai kehidupan yang terpenuhi, yang tertanam dalam hubungan sosial dan damai dengan alam, terlepas dari ketersediaan sumber daya yang meningkat.

Dalam menyatukan para ahli dari berbagai bidang, buku itu membuka diskusi interdisipliner yang seringkali terbatas pada disiplin ilmu yang terpisah. Filsuf, sosiolog, ekonom, dan aktivis berkumpul untuk membahas kondisi politik dan sosial dari kehidupan yang baik dalam masyarakat yang tidak lagi bergantung pada pertumbuhan ekonomi dan tidak lagi membutuhkan lingkaran ekstraksi, konsumsi, polusi, pemborosan, konflik, dan kelelahan psikologis.

Maknanya, pemerintah suatu negara, selalu punya kesempatan untuk menakar ulang prioritas dan target pembangunan. Humanisasi manusia dan moralitas bangsa dapat selalu dipertimbangkan sebagai kesuksesan pembangunan.

Paradgima The Good Life Beyond Growth adalah bahwa ada capaian pembangunan lain yang seharusnya dapat diapresiasi secara proporsional selain angka pertumbuhan ekonomi semata. Dengan demikian bertumbuhnya indikator ekonomi seiring sejalan dengan semakin manusianya manusia pelaku pembangunan tersebut (humanizing the human).

Berpikir ulang tentang target pembangunan, maka ini adalah tantangan bagi kita untuk berpikir ulang. Sudah cukup seriuskah kita membangun target perilaku warga negara? Sudahkan kita membuat daftar perilaku warga negara yang diharapkan untuk dilakukan?

Apakah kita sudah cukup serius memberikan pembekalan kepada calon pemegang jabatan tertentu untuk berperilaku sesuai etika publik? Sudahkah disiapkan stick and carrot yang akurat untuk menghasilkan sikap dan perilaku yang ditargetkan?

Inspeksi kepada perilaku yang diharapkan dipraktikan para penyelenggara negara, sudahkah secara periodik dilakukan? Inspeksi terhadap kurikulum yang membangun perilaku bermoral mulia, sudahkan senantiasan ditingkatkan?

Jangan Anti Kritik

Bagi departemen/instansi yang sedang menjadi sorotan, tentu jangan anti kritik. Masalah adalah bagian dari perjalanan menuju penyempurnaan layanan (service excellence). Riak itu menunjukkan bahwa pada salah satu layanan, khusus kepada pelanggan eksternal (external customer) sudah berjalan dengan cukup baik, namun demikian pada layanan yang lain, yaitu kepada pelangga internal (internal customer) masih membutuhkan perhatian khusus.

Sekali lagi, hikmah datang dari mana saja, kapan saja. Pemimpin yang baik, akan selalu memanfaatkan momentum dari sejumlah riak masalah, untuk terus menyempurnakan proses pembangunan sebagai bagian dari amanahnya membangun kesejahteraan bangsa.

Mereka yang kurang peka terhadap momentum perbaikan, akan kehilangan daya ungkit (leverage) untuk melambungkan kinerja ke level terbaik. Maka, melibatkan rakyat nyata (citizen) dan penduduk maya (netizen) adalah aksi strategis untuk memastikan jalannya pembangunan.

Rakyat adalah mitra strategis pembangunan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jangan ragu untuk membangun kolaborasi dengan rakyat sebagai auditor moral dan pelaku kontrol sosial.

https://www.kompas.com/tren/read/2023/02/28/060000365/polah-masalah-dan-hikmah

Terkini Lainnya

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Tren
Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Tren
Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial 'Joko Anwar's Nightmares and Daydreams'

Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Tren
Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Tren
Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Tren
Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Tren
Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke