Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Video Viral Sapi Lepas di Lamongan "Ngetes Ilmu" dengan Menyeruduk Truk yang Melaju, Begini Kejadiannya

KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan seekor sapi lepas lalu mengamuk di jalanan viral di sejumlah platform media sosial.

Adapun video itu salah satunya dibagikan oleh akun Lek Nank di grup Facebook Romansa Sopir Truck (RST), Rabu (26/5/2021).

Dalam video berdurasi delapan detik tersebut, sapi tampak berkeliaran di jalan hingga akhirnya menyeruduk truk yang sedang melintas.

"Ngetest ilmu," tulis pemilik akun Facebook Lek Nank dalam unggahannya yang telah disukai lebih dari 200 kali oleh sesama warganet tersebut.

Lokasi kejadian tersebut terlihat berada di depan agen penjualan tiket transportasi umum bernama Mitra Tiket tepatnya di Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur.

Lantas, bagaimanakah kejadian dari video viral tersebut?

Konfirmasi Kompas.com

Mencari tahu bagaimana cerita di balik insiden viral itu, Kompas.com menghubungi pemilik Mitra Tiket sekaligus sang perekam video, Aditya.

Dia mengatakan, kejadian sapi lepas hingga menyeruduk truk tersebut memang benar terjadi di depan toko penjualan tiket miliknya di Lamongan.

Kejadiannya, lanjut Aditya, tidak jauh dari Pasar Hewan Babat, tepatnya di Jalan Jombang, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur pada Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

"Jadi memang waktunya pasar sapi buka. Kronologinya sapi lepas dari dalam pasar, terus lari keluar ke jalan raya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Aditya menceritakan, saat berada di jalan raya itulah, sapi terlihat mondar-mandir di tengah jalan hingga membuat kehebohan tersendiri.

Sapi berwarna cokelat itu bahkan sempat menyeruduk pengendara sepeda motor beserta penumpangnya dan juga truk yang sedang melintas.

"Di jalan raya, sapi sempat seruduk 1 motor, posisi 3 penumpang (bapak, ibu, dan anak). Kondisi luka-luka. Nah yang saya rekam itu posisi setelah seruduk motor," ungkap dia.

"Sapi masih sempat mondar-mandir, sampai menyeruduk truk bermuatan tebu. Setelah itu (sapi) lari ke arah parkiran hingga akhirnya bisa ketangkap," imbuh Aditya.

Dalam proses penangkapan sapi tersebut, dilakukan oleh warga sekitar bersama orang-orang yang ada di pasar dengan memakan waktu sekitar 20 menit.

Dia menuturkan, antara pasar hewan dengan tempat kejadian memang tidak jauh, hanya terpaut jarak sekitar 100 meter.

Bukan hanya kali ini saja, menurut Aditya, kejadian serupa juga sering terjadi namun tidak sampai menimbulkan korban.

"Kalau kejadian sapi lepas sering, cuman kalau sampai seruduk motor baru kali ini," kata dia.

https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/27/170400865/video-viral-sapi-lepas-di-lamongan-ngetes-ilmu-dengan-menyeruduk-truk-yang

Terkini Lainnya

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Tren
Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Tren
Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Tren
'Expressive Writing', Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

"Expressive Writing", Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

Tren
Luhut Ingin Bentuk 'Family Office' untuk Konglomerat, Apa Itu?

Luhut Ingin Bentuk "Family Office" untuk Konglomerat, Apa Itu?

Tren
9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

Tren
Catat, Ini Tarif Uang Pangkal Unsoed untuk Jalur Seleksi Mandiri 2024

Catat, Ini Tarif Uang Pangkal Unsoed untuk Jalur Seleksi Mandiri 2024

Tren
Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Tren
Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke