Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Fakta Pesawat Super Air Jet, Sasar Milenial hingga "Low Cost Carrier"

Saat ini, pesawat tersebut tengah bersiap untuk fase lepas landas dengan melalui berbagai tahap dan prosedur yang dipersyaratkan.

Dikutip dari Kompas.id, seorang Juru Bicara Kementerian Perhubungan mengatakan, masih ada beberapa proses yang harus diselesaikan sebelum izin dikeluarkan.

Belum jelas apakah izin akan keluar pada akhir paruh utama.

Berikut ini sejumlah fakta mengenai Super Air Jet:

1. Menyasar kalangan milenial

Pesawat Super Air Jet nantinya ditargetkan untuk menyasar kalangan milenial.

“Super Air Jet didirikan atas dasar optimis bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri (domestik Indonesia) masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial,” ujar Direktur Utama (Chief Exxecutive Officer) Super Air Jet, Ari Azhari seperti diberitakan Kompas.com, 3 Mei 2021.

Target menyasar generasi muda adalah dengan pertimbangan sebagai berikut:

  • Kecenderungan dan pertimbangan dari perkembangan teknologi yang pesat, dengan demikian anak-anak muda lebih mementingkan pengalaman langsung.
  • Berkeinginan untuk mengunjungi langsung ke kota-kota yang menawarkan pengalaman tersendiri.
  • Tertarik untuk menggali berbagai atraksi atau mengeksplor keindahan suatu tempat, khususnya objek wisata dan sangat berkesan pada hal unik.
  • Anak-anak muda mayoritas telah memiliki penghasilan sendiri dan dapat mengelola keuangannya, sehingga mampu menyisihkan banyak bujet (anggaran) untuk perjalanan.
  • Setiap pilihan untuk terbang pasti sudah dipertimbangkan.

2. Bukan bagian Lion Group

Sejumlah pihak menduga maskapai baru Super Air Jet merupakan bagian dari Lion Group.

Namun, pihak Lion Group mengonfirmasi bahwa Super Air Jet bukan merupakan bagian maupun anak usaha dari Lion Group.

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro seperti diberitakan Kompas.com, Senin (3/5/2021).

Dalam pesan singkatnya, Danang menyebut Super Air Jet berbeda atau terpisah dengan Lion Group.

Meski demikian saat ditanya apakah Super Air Jet dimodali Rusdi Kirana, Danang belum memberikan jawaban terkait pertanyaan tersebut.

3. Didirikan oleh praktisi di dunia penerbangan

Ari Azhari sebelumnya menyebut sumber daya manusia (SDM) dalam pengoperasian Super air Jet telah berpengalaman puluhan tahun.

“Super Air Jet didirikan oleh praktisi yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola dan menjalankan operasional penerbangan serta didukung sumber daya manusia (SDM) memenuhi standar kualifikasi, sehingga mampu dan menguasai bidang tugas sesuai profesinya,” ujar dia.

Super Air Jet, kata dia, telah melakukan standarisasi pelatihan untuk manajemen seluruh awak dan karyawan. 

Ari juga menyebutkan, Super Air Jet didirikan dengan sepenuhnya pendanaan modal orang lokal atau dalam negeri. 

4. Menawarkan konsep berbiaya rendah

Maskapai Super Air Jet menawarkan konsep pesawat low cost carrier atau maskapai penerbangan murah.

Adapun fokus penerbangan adalah penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di pasar domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional.

5. Akan mengoperasikan armada generasi baru

Ari Azhari mengatakan, untuk tahap awal, Super Air Jet akan mengoperasikan armada generasi terbaru yakni Airbus 320-200.

Armada tersebut berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi dengan tempat duduk nyaman di kelasnya

Super Air Jet didirikan pada Maret 2021. Maskapai ini telah memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/04/172600365/5-fakta-pesawat-super-air-jet-sasar-milenial-hingga-low-cost-carrier-

Terkini Lainnya

Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Gaduh soal Lumba-Lumba Pink, Asli atau Rekayasa? Ini Kata Peneliti Mamalia Laut

Tren
Istilah 'Khodam' Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Istilah "Khodam" Ramai di Media Sosial, Apa Itu? Ini Penjelasan Budayawan

Tren
5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

5 Perilaku Aneh yang Umum Dilakukan Anjing Peliharaan dan Alasannya

Tren
28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

28 Wilayah DIY Berpotensi Kekeringan 21-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Viral, Video Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor: Sedang Dicari Identitasnya

Tren
Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Profil 10 Stadion yang Menggelar Pertandingan Euro 2024 Jerman

Tren
'Wine' Tertua di Dunia yang Ditemukan di Spanyol Mengandung Abu Kremasi Manusia

"Wine" Tertua di Dunia yang Ditemukan di Spanyol Mengandung Abu Kremasi Manusia

Tren
5 Hewan yang Melakukan Kanibalisme Seksual dengan Memakan Pasangannya Sendiri

5 Hewan yang Melakukan Kanibalisme Seksual dengan Memakan Pasangannya Sendiri

Tren
Mengenal Pohon 'Penghasil' Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Mengenal Pohon "Penghasil" Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Tren
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Tren
Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Tren
NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

Tren
Gelombang Panas Serang Sejumah Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Gelombang Panas Serang Sejumah Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Kapan Tiket Konser Bruno Mars Bisa Dibeli? Ini Perkiraan Harga dan Cara Belinya

Kapan Tiket Konser Bruno Mars Bisa Dibeli? Ini Perkiraan Harga dan Cara Belinya

Tren
Warganet Mengeluh Kedinginan di Pagi Hari pada Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Warganet Mengeluh Kedinginan di Pagi Hari pada Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke