Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghitung Poin dalam Softball

Kompas.com - 03/06/2021, 17:20 WIB
Mochamad Sadheli

Penulis

KOMPAS.com - Penghitungan poin softball dengan baseball sejatinya tidak banyak perbedaan kendati keduanya merupakan olahraga yang berbeda.

Penghitungan poin softball sama persis dengan menghitung jumlah batter (pemukul) berhasil memukul bola dan kembali ke home base.

Hanya saja, jumlah poin tiap pemukul berbeda ketika berhasil mencetak homerun dibanding dengan batter yang sempat bertengger di base terlebih dahulu.

"Cara menghitung poin dalam softball dengan baseball tidak jauh berbeda. Perbedaan dua olahraga itu pada alat seperti bolanya, lapangan, dan jumlah inning," kata pemain timnas softball Indonesia, Muhammad Naufal Rahman, kepada Kompas.com.

Baca juga: Mengenal Pukulan Bunt dalam Softball

Naufal kemudian menjelaskan cara menghitung poin dalam olahraga bola kecil tersebut.

Berikut cara menghitung poin dalam permainan softball:

  • 1 poin

Pemukul atau batter mendapat satu poin jika berhasil kembali ke home base meskipun sempat hinggap ke salah satu atau lebih base.

Selain itu, pemukul bisa mendapat satu poin jika mencetak homerun dengan catatan tak ada rekannya yang mengisi base.

  • 2 poin

Seorang pemukul akan mendapatkan dua poin jika berhasil mencetak homerun dan ada satu rekannya yang berada di base.

Baca juga: Strategi Pertahanan Softball

  • 3 poin

Seorang batter mendapatkan tiga poin andai mampu mencetak homerun dengan catatan ada dua rekannya di base berbeda.

  • 4 poin atau Grandslam

Seorang pemukul bisa mendapatkan empat poin jika berhasil melakukan homerun dan tiap base diisi oleh rekan-rekannya.

"Dalam softball ada tujuh inning. Kalau dalam 1 inning belum 3 mati (three out) bisa muter terus-terusan. Artinya, ganti inning kalau udah terjadi 3 kali mati," jelas peraih medali perunggu SEA Games Filipina 2019 tersebut.

Poin-poin tiap inning kemudian dijumlahkan. Poin terbanyak yang didapat sebuah tim akan menentukan pemenang.

Baca juga: Sejarah Softball

Selain mendapatkan poin, Naufal juga menjelaskan bagaimana pergantian posisi dari pemukul ke penjaga atau sebaliknya bisa terjadi.

"Pergantian tempat antara regu pemukul dengan regu penjaga terjadi apabila regu pemukul dinyatakan three out atau tiga kali mati," terang Naufal.

Tiga kali mati tersebut bisa dari strike out, tangkapan bola di udara sebelum jatuh ke tanah, maupun mematikan langkah pemukul ke base.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Muhammad Naufal Rahman (@mnaufalrahman)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hasil Australian Open 2024: Ahsan/Hendra Runner-up, Kalah dari Wakil China

Hasil Australian Open 2024: Ahsan/Hendra Runner-up, Kalah dari Wakil China

Badminton
Perkenalkan Gilson Costa, Tambah Kekuatan Lini Tengah Persebaya

Perkenalkan Gilson Costa, Tambah Kekuatan Lini Tengah Persebaya

Liga Indonesia
Atlet PB Djarum Tampil Dominan pada Graha Padma Wali Kota Cup 2024

Atlet PB Djarum Tampil Dominan pada Graha Padma Wali Kota Cup 2024

Badminton
Hasil Australian Open 2024: Bekuk Wakil Malaysia, Ana/Tiwi Juara!

Hasil Australian Open 2024: Bekuk Wakil Malaysia, Ana/Tiwi Juara!

Badminton
Hasil Final Australian Open 2024: Berjuang Tiga Gim, Ester Runner-up

Hasil Final Australian Open 2024: Berjuang Tiga Gim, Ester Runner-up

Badminton
Malut United Resmi Rekrut Duo Kembar Yakob dan Yance Sayuri

Malut United Resmi Rekrut Duo Kembar Yakob dan Yance Sayuri

Liga Indonesia
Kembangkan Basket di Indonesia, 3 Misi Beavers Hadirkan Kompetisi

Kembangkan Basket di Indonesia, 3 Misi Beavers Hadirkan Kompetisi

Sports
Polandia Vs Belanda, Van Dijk Siap Kerja Keras demi Menangi Laga Perdana

Polandia Vs Belanda, Van Dijk Siap Kerja Keras demi Menangi Laga Perdana

Internasional
Ronaldinho Kritik Skuad Brasil, Tim Terburuk di Copa America 2024

Ronaldinho Kritik Skuad Brasil, Tim Terburuk di Copa America 2024

Internasional
Pendekatan Como Dihiraukan Klub, Ali Jasim Luapkan Kekecewaan

Pendekatan Como Dihiraukan Klub, Ali Jasim Luapkan Kekecewaan

Liga Italia
Jadwal Euro 2024 Malam ini: Belanda dan Inggris Akan Turun

Jadwal Euro 2024 Malam ini: Belanda dan Inggris Akan Turun

Internasional
Hasil Jeka Saragih Vs Westin Wilson, Kekalahan Perdana Jeka di UFC

Hasil Jeka Saragih Vs Westin Wilson, Kekalahan Perdana Jeka di UFC

Sports
Spalletti: Italia Unggul Berkat Tim, Bukan Karena Satu Pemain

Spalletti: Italia Unggul Berkat Tim, Bukan Karena Satu Pemain

Internasional
Timnas Italia Cetak Sejarah, Jorginho dan Chiesa Senang Lewati Kejutan

Timnas Italia Cetak Sejarah, Jorginho dan Chiesa Senang Lewati Kejutan

Internasional
Messi Terpesona Talenta Inter: Masa Kini dan Masa Depan Argentina

Messi Terpesona Talenta Inter: Masa Kini dan Masa Depan Argentina

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com