Kompas.com - 20/04/2021, 15:20 WIB
Plakat berisi pesan menentang European Super League (ESL) terpasang di luar stadion Elland Road jelang pertandingan Liga Premier Inggris Leeds United vs Liverpool, pada Senin (19/4/2021). AFP PHOTO/PAUL ELLISPlakat berisi pesan menentang European Super League (ESL) terpasang di luar stadion Elland Road jelang pertandingan Liga Premier Inggris Leeds United vs Liverpool, pada Senin (19/4/2021).

KOMPAS.com - European Super League (ESL) menggebrak perhatian dunia sepak bola dengan munculnya 12 klub elit sebagai pendiri.

European Super League disinyalir sebagai langkah ketidakpercayaan 12 klub pada UEFA maupun FIFA, dalam hal ini kompetisi Liga Champions.

Sehingga, mereka sepakat membentuk kompetisi tengah minggu yang baru dengan nama European Super League tersebut.

Nama 12 klub elit tersebut yakni Real Madrid, AC Milan, Arsenal, Barcelona, Chelsea, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Atletico Madrid, dan Tottenham Hotspur.

Jumlah tersebut nantinya akan terus bertambah seiring ESL menawarkan ke tiga klub lainnya dan mengundang lima klub dari pihak UEFA.

Baca juga: Awal Mula Pengkhianatan European Super League

Wacana ESL sejatinya sudah mencuat sejak lama. Dalam tulisan Arthur Hopcraft di The Guardian, menggelar kompetisi tengah musim ini sudah direncanakan sejak 1968.

Kemudian pada 1998 kembali mencuat, lagi-lagi karena tidak puas dengan pengelolaan Liga Champions oleh UEFA.

Saat itu, perusahaan Italia, Media Partners, mengusul lagi European Super League dan didukung oleh 12 klub elit.

Media Partners juga berani memberikan uang yang nilainya tujuh kali lipat dibanding yang ditawakan Liga Champions. Akan tetapi, wacana itu kembali gagal.

Kali ini, wacana European Super League menghangatkan dunia sepak bola setelah resmi dibentuk pada 18 April 2021.

Baca juga: Penyebab 12 Klub Berkhianat dan Mendirikan European Super League

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, diduga menjadi dalang dari gerakan European Super League.

Florentino Perez didukung oleh Presiden Juventus, Andrea Agnelli, yang kemudian mengadakan pertemuan terselubung pada awal tahun.

Selain dua nama tersebut, taipan asal Amerika Serikat, Joel Glazer dan John W Henry, ikut terseret.

Joel Glazer merupakan sosok pemilik klub raksasa Inggris, Manchester United.

Joel Glazer yang terkonfirmasi menjadi wakil ketua dari European Super League tersebut mengaku jika gagasan Liga Super bakal menjadi babak baru bagi sepak bola di Eropa.

Baca juga: Kenapa European Super League Ditolak?

Sementara John W Henry juga merupakan pemilik utama Liverpool FC.

Empat nama di atas bukanlah sosok baru di dunia sepak bola. Mereka sepakat membuat European Super League dengan dasar membangkitkan turnamen yang lebih besa dan lebih baik.

Namun demikian, tujuan European Super League juga tak lepas mencari keuntungan yang lebih besar.

Berikut 12 klub elit pendiri European Super League dan pemiliknya:

Klub  Pemilik Klub
Real Madrid

Florentino Perez (presiden)

Barcelona Joan Laporta (presiden)
Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marín
Inter Milan Steven Zhang
AC Milan Paolo Scaroni (presiden)
Juventus Andrea Agnelli (presiden)
Manchester City Syeikh Mansour
Chelsea Roman Abramovich
Manchester United Joel Glazer
Liverpool John W Henry
Arsenal Stan Kroenke
Tottenham Hotspur Daniel Philip Levy



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X