Olimpiade Tokyo, Partisipasi Jepang pada Pencegahan Peretasan

Kompas.com - 04/01/2021, 21:51 WIB
Ilustrasi kejahatan digital, data pribadi, peretasan, peretasan digital, hacker ShutterstockIlustrasi kejahatan digital, data pribadi, peretasan, peretasan digital, hacker

TOKYO, KOMPAS.com - Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpik Tokyo, Tokyo 2020, menaruh perhatian pada adanya dugaan peretasan secara teknologi informasi pada kegiatan pesta olahraga multicabang terakbar di dunia itu.

Lantaran itulah, Tokyo 2020 mengajak serta pemerintah dan pihak perusahaan teknologi informasi (IT) Jepang untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Cara Penyelenggara Amankan Perhelatan

Hal itu tampak pada informasi terkini Tokyo 2020.

"Kami memberi perhatian khusus agar tak terjadi serangan para peretas," kata pernyataan terkini Tokyo 2020, Senin (4/1/2021).

Untuk mewujudkan langkah perlindungan itu, Tokyo 2020 melatih 220 pakar keamanan informasi teknologi (IT).

Mereka disebut juga peretas bertopi putih.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

"Tugas mereka adalah mengamankan Olimpiade dan Paralimpik Tokyo dari serangan para peretas IT," kata pernyataan Tokyo 2020.

Para pakar ini kebanyakan berasal dari pakar IT perusahaan-perusahaan Jepang.

Ikut ambil bagian menugaskan karyawan mereka adalah Perusahaan Negara Telepon dan Telegraf (NTT Corp) dan NEC Corp.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X